Sekilas Info

GEMPA AMBON

Sempat “Digoyang” Gempa Susulan di Negeri Liang, Mendikbud Berharap Proses Belajar Mengajar Tidak Terhenti

Istimewa Mendikbud Muhajir Effendy menggendong salah satu anak siswi PAUD saat berada di lokasi pengungsian Negeri. Liang, Kecamatan Salahutu Pulau Ambon, Maluku Tengah, Senin (30/9/2019).

satumalukuID - Sejumlah gempa susulan masih saja terjadi di Pulau Ambon. Bahkan, hal itu dirasakan saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy, mengunjungi sejumlah sarana pendidikan terdampak gempa.

Ceritanya saat Mendikbud sedang mengunjungi SMA Negeri 4 Salahutu di Negeri Liang, tiba-tiba terasa goyangan gempa sekitar pukul 13.10 WIT. Ketika itu Mendikbud tengah menyampaikan sambutannya di hadapan para siswa siswi dari jenjang SD, SMP dan SMA di Negeri Liang kecamatan Salahutu yang tidak jauh berada dari pusat gempa.

Sempat terlihat wajah-wajah khawatir dari pelajar dan para pejabat pendamping Mendikbud. Untungnya tidak menimbulkan kepanikan dan acara tetap berjalan.

Bahkan dia tetap melanjutkan sambutannya sampai selesai.

Wartawan harian Suara Maluku yang duduk berdampingan dengan jurnalis Suara Pembaruan Jakarta yang masuk rombongan Mendikbud, sempat saling mengiyakan adanya terasa goncangan.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud menyatakan, meskipun dilanda gempa sehingga para pelajar dan para guru harus mengungsi ke lokasi yang aman, namun proses belajar mengajar tidak boleh berhenti, walaupun hal itu dilakukan di bawah tenda ruang terbuka.

"Saya minta kepada kepala sekolah dan para guru, meskipun sedang berada di lokasi pengungsian, harus terus semangat untuk menjalankan proses belajar mengajar walaupun hanya di tenda-tenda lapangan terbuka," harapnya.

Sebelum ke Negeri Liang, Mendikbud dan rombongan dari kementerian didampingi Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal SH dan Kepala Dinas Dikbud Maluku Drs. M. Saleh Thio, juga mengunjungi lokasi SMA Negeri 1 Tulehu kecamatan Salahutu Maluku Tengah.

Dalam kunjungan ke dua lembaga pendidikan itu, Mendikbud dan rombongan juga sempat meninjau ruangan-ruangan belajar yang mengalami kerusakan.

Untuk diketahui, lembaga pendidikan yang mengalami kerusakan terdampak gempa bumi adalah sebanyak 46 sekolah di kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat. Diantaranya 41 rusak sedang dan 4 rusak berat serta. 1 rusak ringan. Perinciannya untuk. SD ada 11 sekolah, SMP 2 unit, SMA 25 unit dan SMK 8 unit.

Senin pagi, bertempat di Hotel Swissbell Ambon, didampingi Gubernur Maluku Irjen Pol Pur Murad Ismail dan Dekan FISIP Unpatti Prof Dr Toni Pariela, Mendikbud juga telah membuka event ilmiah nasional yakni Konvensi Nasional Ilmu Ilmu Sosial ke-2 di Ambon dalam rangka Dies Natalis Unpatti yang ke-60.

Sebagaimana diketahui, selain sarana pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA yang mengalami dampak gempa. Dua perguruan tinggi terkenal di Ambon juga mengalami kerusakan pada beberapa fakultas dan gedung rektorat yakni kampus Unpatti di kawasan Poka dan IAIN Ambon di kawasan Air Kuning.

Bahkan di kampus IAIN akibat reruntuhan bangunan ada satu korban jiwa meninggal atas nama Ny Narti dan juga ada yang luka berat.

Baca Juga

error: Content is protected !!