Sekilas Info

GEMPA AMBON

Berinisiatif Bantu Pengungsi Tulehu dan Waai, Elsye Ralahalo ‎Hanya Ingat soal Berbagi Berkat

NOVI PINONTOAN Ibu Elsye Ralahalo/Pitoy (berkaos dan celana hitam) bersama ibu-ibu relawan yang membantunya menyiapkan paket bantuan di rumahnya.

Ini sikap yang patut ditiru yang dilakukan Nyonya Elsye Ralahalo/Pitoy (24  tahun). Warga jalan Diponegoro kawasan Urimesing Ambon, diam-diam sejak Sabtu (28/9) dan Minggu. (29/9) telah berinisiatif sendiri membantu para pengungsi terdampak gempa bumi 6,8. SR yang melanda Pulau Ambon, Seram Bagian Barat, Haruku dan Saparua.

Kepada media ini, Minggu (29/9), ‎Elsye Ralahalo yang dimintai komentarnya menolak menjelaskan panjang lebar soal ketulusan niatnya itu.

"Beta bikin ini hanya karena prihatin dan peduli serta kasihan para pengungsi. Jadi ini niat pribadi saja. Tanpa ada permintaan dari siapapun. Juga karena beta inga firman Tuhan yang memerintahkan saling mengasihi sesama dan bila berkelebihan dapat membagi berkat. Sebab beta yakin Tuhan akan membalas kebaikan kita nantinya," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dirinya spontan tergerak begitu saja untuk pergi berbelanja bahan makanan seperti telur, beras,  air mineral, mie instan, kopi, daun teh, gula, susu, pempers bayi, tikar dan terpal.

"Beta pilih bawa  bantuan kepada para pengungsi dua komunitas yakni di Negeri Tulehu khususnya mereka yang mengungsi ke kampus Universitas Darusalam dan di Negeri Waai pada lokasi pengungsi di kaki gunung Salahutu," jelasnya.

Menurutnya, saat hari Sabtu bawa bantuan, para pengungsi meminta dirinya bila ada keinginan bantu lagi, diminta untuk bawa terpal dan tikar jua. "Mereka sangat berterimakasih. Namun para pengungsi harap kalau mau bantu lagi, utamakan bawa tikar dan terpal jua," katanya.

Atas permintaan para pengungsi tersebut, Ny Elsye Ralahalo mengaku tidak tega melihat mereka. Karena itu, dirinya memutuskan untuk beri bantuan untuk kedua kalinya pada Minggu sore.

"Kali ini selain bahan makanan dan minuman, beta beli tikar dan terpal untuk dibagikan sesuai permintaan mereka," tuturnya, sambil dengan beberapa relawan mengangkut paket bantuan ke mobil untuk menuju Tulehu dan Waai.

Ny Elsye yang sehari-hari nya bekerja di bidang jasa pesanan makanan dan pakaian online serta jasa dekorasi, berharap pada pribadi-pribadi yang berkelebihan berkatnya dapat juga ikut peduli dan membantu para pengungsi yang belum terjangkau bantuan dan kondisi wilayahnya cukup parah akibat gempa seperti di Liang, Waai, Tulehu, Tial, Passo dan lainnya.

"Sebenarnya beta seng (tidak) mau diekspos. Tapi karena didatangi dan minta komentar., yah seng apa beta komentar.  Sekali lagi, kebaikan ini seng ada tujuan dan maksud apapun. Hanya peduli, prihatin dan niat membantu sesama. Karena beta prinsip, membagi berkat maka Tuhan akan kasih berkat buat beta lai," ujar Ny. Elsye Ralahalo/P dengan dialek Ambon sambil bergegas dengan mobil menuju lokasi bantuan.

Kepedulian Ny. Elsye itu yang direkam video dan di upload ke media sosial, membuat seorang kerabat di Jakarta menghubungi jurnalis media ini untuk menyampaikan keinginannya turut membantu dengan aksi kepedulian tersebut. (novi pinontoan)

Penulis: Novi Pinontoan
Editor:Redaksi

Baca Juga