Sekilas Info

LOMBA CERITA RAKYAT

Keyza Eriyanti dan Charlin Satumalay Juara Pertama Lomba Bertutur Cerita Rakyat Pulau Ambon

satumalukuID - Keyza Eriyanti dari SD Negeri 92 Ambon terpilih menjadi juara pertama Lomba Bertutur Cerita Rakyat Pulau Ambon yang dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Sedangkan untuk tingkat SMP diraih Charlin Satumalay siswa SMP Negeri 22 Ambon.

Tempat kedua untuk tingkat SD diraih Villia M. Frans (SD Negeri 29 Ambon) dan tempat ketiga Euginia Sihasale (SD Negeri 2 Galala). Sedangkan peraih Juara kedua dan ketiga adalah Eka S. Sangadji (SMP Negeri 14 Ambon) dan Kayla Nussy (SMP Negeri 11 Ambon).

Kantor bahasa Provinsi Maluku menggelar gebyar literasi tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama untuk menghidupkan kembali cerita rakyat Pulau Ambon.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Asrif di Ambon, Selasa (24/9/2019), mengatakan gebyar literasi cerita rakyat pulau Ambon diikuti 58 siswa dari 50 sekolah yakni SD dan SMP di kota Ambon.

"Lomba ini para siswa bertutur cerita rakyat pulau Ambon sebagai upaya pembentukan karakter generasi muda," katanya.

Ia mengatakan, cerita rakyat yang diketahui para siswa selama ini hanya cerita nene luhu, batu badaong dan tanjung martafons, tetapi melalui lomba ini para siswa mampu menceritakan cerita rakyat lainnya.

"Melalui lomba ini pendidikan karakter anak-anak akan terbentuk, tidak hanya mengenali cerita daerah lain seperti tangkuban perahu, malin kundang tapi juga akan sangat mengenali cerita rakyat kita yang bersumber dari pulau Ambon dan pulau Lease," ujarnya.

Dijelaskannya, rangkaian lomba ini dimulai dari pelatihan menulis cerita rakyat kepada 50 guru SD dan SMP, kemudian dilakukan pendampingan dan penyuntingan meteri cerita rakyat.

"Penyuntingan cerita rakyat dilakukan agar sesuai dengan materi, mengingat selama ini belum tersedia bahan bacaan berkualitas khususnya cerita rakyat," katanya.

Proses penyuntingan, kata Asrif, dilakukan agar kalimat cerita rakyat singkat ,sederhana dengan gaya bahasa populer, selain itu isi cerita memiliki edukasi dan alur yang kuat dan tidak bertentangan dengan nilai moralitas.

"Hari ini para siswa menuturkan cerita rakyat pulau Ambon, yang ditulis para guru di kota Ambon dan setelah melalui proses penyuntingan dari tim kantor bahasa," katanya.

Sementara itu Asisten I Pemkot Ambon Mintje Tupamahu menyatakan, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas literasi dengan dukungan kantor bahasa Maluku.

Pelatihan menulis cerita rakyat bagi para guru juga dapat memotivasi para guru untuk lebih mengenal kebudayaan Maluku.

Peserta lomba bertutur cerita rakyat juga diharapkan mampu meningkatkan kreatifitas saat menampilkan cerita bagi banyak orang.

"Prinsipnya Pemkot Ambon siap mendukung seluruh kegiatan untuk mengedukasi siswa dan guru, agar semakin berkualitas guna mewujudkan Ambon yang harmonis," kata Mintje.

Baca Juga