Sekilas Info

KEBAKARAN HUTAN

Ada Empat Titik Api Terdeteksi di Seram Utara

satumalukuID - Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Maluku-Papua, Solubatara mengatakan saat ini terdapat sekitar 4 titik api di Seram Utara, Maluku Tengah dan 15 titik api di Merauke, Papua.

"Di Merauke masih ada sekitar 15 titik api. Kemudian di Seram Utara ada 4," katanya usai mengikuti acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Selain di Merauke di dan Seram Utara, titik api juga, tambah dia ditemukan di Ambon, Papua Barat dan Manokwari Selatan meski dia tidak menyebutkan secara pasti jumlahnya.

Ia mengemukakan kebakaran tersebut terjadi di atas tanah mineral sehingga apinya tidak besar dan tidak dengan cepat meluas seperti yang terjadi pada kebakaran di atas gambut yang biasanya berlangsung lebih lama.

"Jadi tanpa dipadamkan pun sebenarnya bisa mati dengan sendirinya," lanjut dia.

Meski kebakaran tersebut dapat padam dengan sendirinya, tetapi pemerintah daerah setempat tetap mengupayakan pemadaman yang dilakukan dengan memberdayakan masyarakat setempat dengan membentuk kelompok masyarakat peduli api yang akan diturunkan begitu mereka menemukan adanya titik api.

"Jadi mereka dekat dengan sumber api. Ketika api masih kecil, bisa dengan cepat dipadamkan. Jadi lebih mudah penanganannya," tambahnya.

Meski dapat segera dikendalikan, perilaku warga yang suka membakar semak untuk berburu masih sulit dihentikan sehingga titik api baru kembali muncul terus menerus.

"Jadi masyarakat itu kadang muncul di tempat lain, ya iseng lagi, bakar lagi," kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah setempat, ujarnya terus mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan selain juga sosialisasi dan mengimbau mereka untuk tidak melakukan pembakaran, yang bagi masyarakat setempat sudah menjadi kebiasaan.

"Di terminal, perkampungan, kadang juga di pinggir jalan, semacam peringatan supaya jangan melakukan pembakaran, apalagi musim kemarau seperti ini," katanya.

Penulis: Katriana/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!