Sekilas Info

PON 2020

IMI Maluku Loloskan Tiga Kelas Cabang Balap Motor ke PON 2020 

Foto Bersama Ketua Pengprov Ikatan Motor Maluku (IMI) Maluku.

satumalukuID - Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku, berhasil meloloskan tiga kelas pada cabang balap motor Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020 mendatang.

Demikian keterangan Ketua Pengprov IMI Maluku, Ir Sandy Wattimena kepada SatuMaluku.id dan Suara Maluku melalui pesan singkat nya, Jumat (13/9).

Menurutnya, kepastian lolosnya tiga kelas ke arena PON tersebut, setelah pada hari terakhir Pra PON Cabor Balap Motor yang berlangsung di Sircuit Carting International Sentul Jawa Barat para pembalap Maluku bisa mencapai targetnya.

Dijelaskan, IMI Maluku berhasil meloloskan tiga kelas ke PON dari empat kelas yang dilombakan, Tiga kelas yang lolos tersebut adalah Kelas Perorangan 21 tahun ke atas serta Perorangan dan Beregu 20 tahun ke bawah.

Para pembalap yang dinyatakan lolos adalah Marsholandi untuk 21 tahun ke atas (Perorangan), Brilian Ongker dan Aditya Fauzi (Perorangan dan Beregu) 20 tahun ke bawah.

Sandy Wattimena mengungkapkan, kelas yang dilombakan dalam event itu yakni Perorangan dan Beregu kelompok Umur 21 tahun ke atas dan 20 tahun ke bawah.

IMI Maluku sendiri mengirimkan empat pembalap yaitu Iskar Umar Rasman (Perorangan 21 tahun ke atas), Marsholandi (Beregu 21 tahun ke atas), Brilian Ongker (Perorangan 20 tahun ke bawah) dan Aditya Fauzi (Beregu 20 tahun ke bawah).

"Kami bersyukur atas pencapaian itu. Sebab meskipun keterbatasan dana, fasilitas terutama motor, namun semangat bertanding para pembalap patut diapresiasi. Inilah yang membanggakan saya dan tim Maluku," ungkap Sandy Wattimena.

Apalagi, tambahnya, para pembalap dari tim IMI provinsi lain terutama dari Pulau Jawa, sudah memiliki pengalaman dan fasilitas motor serta mekanik yang profesional.

"Karena alasan itulah, saya bersyukur para pembalap tim Maluku bisa lolos tiga kelas ke PON 2020 nantinya. Terima kasih untuk semua dukungan pada kami," ucap Sandy  Wattimena.

Penulis: Novi Pinontoan
Editor:Redaksi

Baca Juga