Sekilas Info

RESIDIVIS KASUS NARKOBA

Pengacara Berharap Jalani Rehabilitasi, Hakim Vonis Empat Tahun Penjara sesuai Tuntutan Jaksa

Daniel Leonard Irsan Bahar, seorang residivis kasus narkoba dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (12/9/2019).

satumalukuID - Irsan Bahar, seorang residivis kasus narkoba yang kembali menjadi terdakwa dalam perkara yang sama dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

"Menjatuhkan vonis selama empat tahun penjara terhadap terdakwa karena terbukti melanggar pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata ketua majelis hakim, Philip Panggalila didampingi Lucky Rombot Kalalo dan Hamzah Kailul selaku hakim anggota di Ambon, Kamis.

Ada pun hal yang memberatkan terdakwa divonis empat tahun karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, dan yang bersangkutan juga merupakan seorang residivis kasus yang sama.

Sedangkan yang meringankan adalah, terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya.

Putusan majelis hakim juga sama persis dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ambon, Junet Pattiasina dan Siti Darniaty.

Terdakwa yang pernah menjalani hukuman penjara dalam kasus penggunaan narkoba ini kembali diciduk polisi saat membeli satu paket sabu-sabu dari seseorang bermarga da Costa.

"Polisi sebelumnya mendapatkan informasi dari informan mereka kalau terdakwa sedang membeli satu paket narkoba golongan satu jenis sabu-sabu dari seseorang," kata jaksa.

Sementara penasihat hukum terdakwa, Hendrik Lusikoy dan Robert Lesnussa dalam pembelaannya di persidangan sebelumnya meminta keringanan hukuman dari majelis hakim dan memutuskan terdakwa direhabilitasi.

"Kami minta klien direhabilitasi karena ketergantungannya terhadap narkoba," ujar Lesnussa.

Sementara majelis hakim menyatakan, terdakwa tetap divonis penjara selama empat tahun dan bisa dijalankan sambil menjalani proses rehabilitasi.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga