Sekilas Info

MATERIAL & PERALATAN KONSTRUKSI

Maluku Defisit Aspal, Baja, Beton Pracetak dan Prategang, serta Alat Berat dan Konstruksi

satumalukuID - Peta keseimbangan pasokan dan permintaan material dan peralatan konstruksi pada 2019 menunjukkan wilayah Maluku dan Papua mengalami banyak defisit  Yaitu, defisit aspal minyak, aspal buton, baja, beton pracetak dan prategang, serta alat berat dan konstruksi.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanudin di Jakarta, Selasa (10/9/2019) menjelaskan berbeda dengan Maluku dan Papua, untuk Pulau Sumatera tidak mengalami defisit material dan peralatan konstruksi

Sedangkan untuk Pulau Sulawesi dan Kalimantan juga terjadi defisit material dan peralatan konstruksi. Namun tidak separah yang terjadi di Maluku dan Papua.

Kementerian PUPR sendiri menilai penyelenggaraan rantai pasok dalam mendukung pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu kendala dalam lima tahun ke depan.

"Kendalanya, supply chain masih dianggap bukan hal penting, padahal harus efisien karena melibatkan partisipasi banyak kalangan," ujar Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanudin di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa peran pemerintah dalam membangun rantai pasok sumber daya konstruksi, yakni bertanggung jawab atas peningkatan kualitas material, peralatan dan teknologi konstruksi dalam negeri serta peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja.

Ia menambahkan di era industri 4.0, pihaknya menerapkan digitalisasi pada rantai pasok material dan peralatan konstruksi agar efisien, dengan begitu rantai pasok menjadi lebih transparansi.

"Dalam 4.0 intinya adalah mengintegrasikan dalam big data jadi semua orang menggunakan data yang sama sehingga bekerja lebih akurat termasuk di dalamnya pekerja bersertifikasi," katanya.

Dengan begitu, lanjut Syarif Burhanudin, akan meningkatkan kecepatan dan kualitas pembangunan infrastruktur nasional dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga