Sekilas Info

AMBON CITY OF MUSIC

HUT Kota Ambon ke-444 Pono Deng Musik

Kota Ambon memperingati ulang tahun ke-444 pada 7 September 2019 lalu. Momentum HUT kali ini makin menegaskan positioning ibu negeri Tanah Maluku itu sebagai Kota Musik Dunia yang akan ditetapkan UNESCO pada November 2019 mendatang.

Pemerintah kota dan warga Ambon saat ini tengah dibalut harapan. Rencananya pada Bulan November 2019 mendatang, Badan Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) akan mengumumkan Ambon sebagai Kota Kreatif Berbasis Musik atau Kota Musik Dunia.

Pilihan menjadikan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, telah dirintis sejak 2011. "Karena itu, jika UNESCO memutuskan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, ini adalah buah manis dari perjalanan panjang yang telah dilakukan sejak 2011," ungkap Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Walikota Ambon optimistis, UNESCO akan menetapkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia setelah sebelumnya pada tahun 2016 telah menetapkan Ambon menuju kota dunia. Bahkan pada Mei lalu Tim PBB ini sudah datang lagi ke kota Ambon untuk meninjau secara langsung kesiapan kota ini.

Yang menarik dari penilaian UNESCO itu berbeda dengan persepsi banyak orang yang beranggapan harus ada infrastruktur musik yang baik seperti adanya gedung pertunjukan musik representatif, pertunjukan musik, harus ada lembaga pendidikan musik yang representatif dan lain-lain.

"Justru penilaian UNESCO  itu melihat apakah kota ini memiliki feel dan instink musik atau tidak. Dan dari hasil pengamatan mereka, ternyata Kota Ambon memiliki kriteria itu," timpalnya.

Dukungan menjadikan Ambon sebagai Kota Musik Dunia datang dari New Zealand, Australia, Korea, Jerman dan banyak negara lain, termasuk dari pemerintah Indonesia lewat Bekraf.

Bahkan inovasi "Ambon city of music"  yakni musik sebagai kekuatan ekonomi kreatif telah diuji tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan telah ditetapkan menjadi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Juli 2019 lalu.

Sebagai persiapan menyambut Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO, maka bersamaan dengan peringatan HUT Kota Ambon ke-444, digelar berbagai event bertemakan musik. Ada Festival Band, Festival Brass, totobuang dan Hadrat, Amboina Music Carnaval, serta Festival Musik dan Budaya. Itu belum lagi digelar event-event lain yang tetap diselingi penampilan para musisi.

Berbagai kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan harmoni kehidupan sosial masyarakat Ambon yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama. "Musik menjadi media yang menyatukan dan menyampaikan pesan damai kepada masyarakat," timpal Richard.

Pada puncak peringatan HUT Kota Ambon ke-444 di Lapangan Merdeka, 7 September lalu ribuan warga Ambon dari anak-anak hingga orang dewasa terlibat dalam atraksi budaya dan musik.

Selain itu atraksi flash mob mengiringi lagu Ambon yang dibawakan musisi lokal yang tampil menggunakan pakaian khas Ambon.

Acara HUT juga dimeriahkan penampilan Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo yang akrab disapa Pasha Ungu, membawakan lagu "Beta Mati Rasa".

Wali Kota Ambon selaku Upulatu upacara HUT kota Ambon menyatakan, HUT ke-444 Kota Ambon pono deng musik yang bersifat melankolis dengan simbol cinta dan kasih sayang.

"Ambon pono deng musik, cinta dan kasih sayang supaya satu dengan lainnya tidak marah-marah, seng bicara hanya karena hal mongo-mongo, karena itu mari hidup baku kele jang baku pele, jang baku kuku tapi baku keku," katanya saat sambutan HUT kota.

Menurut Richard, HUT tahun ini difokuskan pada musik sebagai tanda kesiapan pemerintah dan warag kota Ambon untuk menyambut pengakuan UNESCO untuk Ambon sebagai kota musik dunia.

"Seluruh aktifitas dan orientasi kita diarahkan ke musik untuk membuktikan bahwa musik adalah jati diri dan DNA masyarakat Ambon, jika ada kurang mohon dimaafkan, ini akan menjadi catatan untuk diperbaiki terus di tahun akan datang," ujarnya.

Wakil Wali kota Palu, Sulawesi Tengah,  Sigit Purnomo yang populer dikenal sebagai Pasha Ungu menyatakan Kota Ambon berperan melahirkan musisi hebat dan berkelas di Indonesia.

"Indonesia bahkan dunia tahu kalau Ambon merupakan salah satu kota yang memiliki peran penting dalam melahirkan musisi hebat di Indonesia," katanya.

Dia mengaku upaya Ambon menjadi kota musik dunia, dirinya telah mendengar dari teman musisi Glen Fredly sejak tahun lalu. Sebagai musisi dirinya berharap segera di tetapkan oleh unesco, sehingga banyak hal tekait dengan musik di kita bisa mulai dari Kota Ambon.

"Silakan Amerika punya New York, silahkan Perancis punya Paris, Belanda punya amsterdam, tetapi Indonesia punya kota Ambon sebagai kota musik," tandasnya. (*)

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga