Sekilas Info

PON 2020 PAPUA

KONI Maluku Utara Siapkan Program Atlit PON 2020 Berlatih di Thailand dan Korea Selatan

Foto ilustrasi

satumalukuID - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara (Malut) memprogramkan atlet yag lolos ke PON di Papua pada 2020 untuk berlatih di luar negeri.

"Atlet yang dikirim berlatih keluar negeri adalah atlet cabang olahraga unggulan yang memiliki peluang untuk meraih medali di PON 2020 Papua, seperti tinju, pencak silat, muay thai dan taekwondo," kata Ketua Umum KONI Malut Jafar Umar di Ternate, Sabtu (24/8/2019)

Atlet tinju, pencak silat dan muay thai akan dikirim berlatih ke Thailand, sedangkan taekwondo ke Korea Selatan, namun waktu pengirimannya belum ditentukan karena masih menunggu hasil Pra-PON dan kesiapan anggaran.

Menurut dia, melalui program tersebut diharapkan dapat memaksimalkan kesiapan atlet menghadapi PON 2020, sehingga target yang dibebankan Pemprov Malut untuk meraih 10 medali emas dapat diwujudkan. Namun, dalam pelaksanaan Pra-PON, Malut dapat kepercayaan dari pusat untuk menjadi tuan rumah Pra-PON cabang olahraga tinju dan ini diharapkan dapat dimanfaatkan para petinju untuk menunjukkan prestasi terbaik agar bisa lolos ke PON Pada PON 2020.

Menurut Djafar, Malut hanya mengikuti 29 cabang olahraga dengan harapan setiap pelaksanaan Pra-PON yang umumnya berlangsung dari Maret-Desember 2019 dapat meloloskan atlet sebanyak-banyaknya.

KONI Malut sendiri awalnya hanya menargetkan empat medali emas pada pesta olaharga nasional empat tahun itu, namun Pemprov Malut menetapkan target 10 medali emas untuk memperbaiki peringkat Malut yang pada PON di Bandung, Jawa Barat hanya meraih satu medali emas, dua perak dan tiga perunggu.

Ia mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait di daerah ini dalam memaksimalkan persiapan Malut menghadapi PON 2020, terutama dari segi dukungan anggaran karena KONI tidak memiliki sumber anggaran sendiri.

KONI Malut selama ini hanya mendapat alokasi anggaran dari Pemprov melalui APBD sekitar Rp5 miliar per tahun dan jumlah itu jauh dari kebutuhan pembinaan prestasi seluruh cabang olahraga di daerah ini sekitar Rp20 miliar per tahun.

Penulis: La Ode Aminuddin
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!