Sekilas Info

SAMPAH GUNUNG SALAHUTU

Tumpukan Sampah di Puncak Gunung Salahutu Usai Upacara HUT RI, Polda Maluku Mengaku Sudah Dibersihkan

Humas Polda Maluku Saat aparat Polda Maluku melaksanakan upacara memperingati HUT RI ke-47 di Puncak Gunung Salahutu, beberapa waktu lalu.

satumalukuID - Kabar tak sedap tentang tumpukan sisa sampah setelah pelaksanaan kegiatan upacara memperingati HUT RI ke-74 di puncak Gunung Salahutu, Pulau Ambon, akhirnya ditanggapi pihak Polda Maluku.

Menurut Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Rum Ohoirat, aparat Polda Maluku dibantu masyarakat Negeri Waai telah membersihkan sampah dimaksud.

"Saat melakukan pendakian gunung Salahutu, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah Negeri Waai hingga melibatkan 15 warganya dan tujuannya untuk menjaga agar tidak terjadi permasalahan termasuk agar menjaga lingkungan hidup setempat," kata Kabid Humas Polda setempat, Kombes Pol Mohamad Rum Ohoirat di Ambon, Kamis.

Sebelumnya, kabar adanya tumpukan sampah di Gunung Salahutu pascapelaksanaan upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI oleh Polda Maluku beredar di kalangan masyarakat. Hal itu, terungkap setelah sejumlah pencinta alam membeberkan foto-foto temuan sisa sampah ke media dan diposting ke sosial media.

Menurut dia, usai pelaksanaan upacara dan kegiatan sampah-sampah yang berada di puncak Salahutu itu, telah bersihkan dan dikumpulkan.

"Pada saat setelah upacara memang situasi cuacanya sangat ekstrem, sampah-sampah memang ada dan sudah dikumpulkan. Namun karena cuaca yang sangat ekstrem sehingga saran dari masyarakat adat agar sampah-sampah tersebut dikumpulkan dulu nanti jika cuaca sudah membaik baru mereka kembali untuk mengambilnya," ungkap Ohoirat.

Dia mengatakan saat ini sampah yang berada di atas puncak Salahutu telah dibersihkan oleh masyarakat dan personil kepolisian yang hadir.

"Masyarakat adat bersama personil kami sudah membersihkan sampah-sampah yang dikumpulkan itu. Jadi tidak ada lagi sampah di atas (puncak Salahutu)," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak mungkin melakukan kegiatan di suatu lingkungan untuk merusak lingkungan, termasuk di puncak Salahutu.

"Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs Royke Lumowa, jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut mengingatkan dan meminta kita menjaga lingkungan, bahkan kegiatan yang dilaksanakan itu bertujuan untuk menjaga, memperbaiki maupun melestarikan lingkungan," katanya.

Hal senada juga disampaikan kepala pemerintahan Negeri Waai, Bakarbesi yang menyatakan tidak ada lagi sampah di puncak Salahutu pascapendakian dan pelaksanaan upacara HUT Proklamasi.

"Saat itu memang terjadi hujan besar sehingga tidak mungkin lansung dibakar, tetapi belasan warga bersama aparat kepolisian yang hadir mengumpulkannya di satu titik untuk menunggu hujan reda baru mereka kembali melakukan pembersihan," ujarnya.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!