Sekilas Info

TRAGEDI KM MINA SEJATI

Tim SAR Evakuasi 2 ABK yang Tewas Terjun ke Laut, Diduga Bukan Pembajakan tapi Perkelahian Sesama ABK

Foto ilustrasi saat Tim SAR gabungan dari Pos SAR Dobo bersama TNI AL dan BPBD setempat menggunakan KAL Peterangan dan Sea Reader ditambah tim SAR gabungan dari Tual mencari dua nelayan yang hilang antara perairan Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara. (26/6) (Daniel Leonard)

satumalukuID - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan dari Pos SAR Tual mulai melakukan upaya evakuasi dua ABK KM Mina Sejati yang dilaporkan tewas saat terjun ke laut bersama 11 ABK lainnya ketika terjadi perkelahian sesama kru kapal.

"Dua korban tewas ini sudah berada di atas KM Gemilang, sebuah kapal nelayan yang saat itu berada di sekitar perairan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru," kata Kepala Kantor (Basarnas) Ambon, Muslimin di Ambon, Senin.

Tugas tim SAR hanya sebatas membantu evakuasi korban di atas KM Gemilang dan bukannya menuju lokasi KM Mina Sejati untuk membebaskan ABK lain yang masih berada di atas KM Mina Sejati, sehingga hari ini dilakukan operasi SAR hari pertama terhadap insiden perkelahian antara sesama ABK KM. Mina Sejati.

Dalam kapal tersebut terdapat 36 orang yang terdiri dari nahkoda serta ABK, namun terjadi perkelahian di antara mereka menyebabkan 13 orang meloncat ke laut dan dibantu KM Gemilang, tetapi dua orang ABK di antaranya sudah meninggal dunia.

"Untuk saat ini, tim Rescuer Pos Sar Tual dengan menggunakan KN. SAR Bharata diberangkatkan sejak tanggal 19 Agustus 2019 pukul 00:45 WIT dinihari menuju KM Gemilang untuk mengevakuasi dua korban tewas," kata Muslimin.

Tim SAR gabungan yang diturunkan ini terdiri dari unsur Brimob Polda Maluku, Bakamla, Polair, Polres Tual, serta Pos Sar Tual.

Sedangkan untuk data sementara korban yang selamat 11 orang, meninggal dunia dua orang, dan 23 orang lainnya (termasuk tiga ABK) yang diduga menguasai kapal masih dalam pencarian.

Alat yang digunakan dalam operasi pencarian hari pertama diantaranya KRI Teluk Lada milik TNI-AL, kapal ikan KM Gemilang Samudra, kapal ikan KM Sanjaya, serta KN.SAR 242 Bharata.

Sementara Kadispenal TNI-AL, Laksamana Pertama Mohamad Zaenal mengatakan jumlah korban tewas dalam insiden ini mencapai tujuh orang dimana dua ABK tewas di laut dan lima lainnya di atas KM. Mina Sejati.

Kadispenal juga menyatakan insiden ini bukanlah pembajakan namun terjadi perkelahian di antara sesama ABK.

Terpisah, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Royke Lumowa menyatakan negoisasi diintensifkan untuk menyelamatkan sandera di KM Mina Sejati yang saat ini posisinya di Selatan Kota Dobo, ibu kota kabupaten Kepulauan Aru.

"Personil polisi bersama Lantamal IX/Ambon dan Basarnas telah menemukan lokasi KM Mina Sejati, makanya intensif bernegoisasi untuk menyelamatkan sandera dari pada menangkap penyandera," katanya, di Ambon, Senin (19/8/2019).

Kapolda mengatakan, operasi tersebut melibatkan KRI Lada - 521 maupun kapal milik Basarnas yang sejak Minggu(18/8/2019) malam komunikasi terganggu.

Apalagi, kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang laut mencapai dua meter sehingga mengganggu kegiatan operasi.

"Saya intensif berkoordinasi dengan TNI-AL dan Basarnas agar bisa membebaskan para sandera, makanya diharapkan kondisi cuaca tidak ekstrem agar negoisasi bisa membuahkan hasil yang baik," ujarnya.

Kapolda mengakui, sedikitnya 27 personil polisi bersama dari Basarnas didukung KRI Lada- 521 yang posisinya dekat dengan KM Mina Sejati untuk bernegoisasi guna membebaskan para sandera.

"Mudah - mudahan dalam waktu dekat para sandera bisa diselamatkan, menyusul KM.Mina Sejati terdeteksi KRI Lada - 521 maupun kapal Basarnas pada Minggu (18/8)," tandasnya.

Disinggung dua orang yang meninggal, dia menjelaskan, jenazahnya telah diamankan di salah satu kapal nelayan dan diarahkan dievakuasi ke darat (Dobo).

"Kapal nelayan tersebut satu perusahaan dengan KM Mina Sejati sehingga evakuasi dua jenazah tersebut ditangani manajemennya," kata Kapolda.

Sebelumnya, Kepala Kantor Badan SAR Nasional Cabang Ambon, Muslimin mengemukakan, identitas tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembajakan dan perampokan di atas KM Mina Sejati sudah terungkap setelah KRI Lada-521 dari jajaran TNI AL menyergap mereka di tengah laut.

Mereka berinisial NH alias Nurul (Masinis), FDL alias Ferri, dan QIM alias Qersim.

Baca Juga

error: Content is protected !!