Sekilas Info

TENAGA KERJA

Karel Ralahalu Jamin Tak Akan Menyengsarakan Pekerja Tambak Udang PT WLI di Seram Utara

Aksi saling dorong antara pedemo eks karyawan PT. WLI dengan pihak aparat keamanan membuat pintu pagar Kantor Gubernur Maluku rusak dan nyaris roboh, Kamis (4/7/2019)

satumalukuID - Presiden Direktur PT. Wahana Lestari Investama (WLI), Karel Albert Ralahalu menegaskan sebagai mantan Gubernur Maluku dua periode dirinya tidak mungkin menyengsarakan rakyat yang bekerja sebagai pekerja di budidaya udang di Arara, kecamatan Seram Utara, kabupaten Maluku Tengah.

"Saya memang pimpinan di PT. WLI. Namun, mantan Gubernur Maluku dua periode yang sangat dekat dengan masyarakat dari ujung kabupaten Maluku Barat Daya(MBD) hingga kabupaten Buru, tidak mungkin menyengsarakan para pekerja soal pesangon," katanya, di Ambon, Sabtu.

Karel memastikan, mereka yang belum mau menerima pesangon hanya tinggal 70 orang dan sebenarnya statusnya hanya Outsourching (alih daya, kontrak), tetapi demi kemanusiaan sehingga manajemen PT. WLI memberikan satu bulan gaji terhadap mereka.

"Kenyataannya 1.245 pekerja telah menerima pesangon dengan baik dan tidak mempersoalkan. Namun, ada yang memprovokasi 70 pekerja tersebut sehingga melakukan demonstrasi, baik di kantor Gubernur maupun DPRD Maluku dan kasihan saat hendak kembali ke kecamatan Seram Utara, kabupaten Maluku Tengah ternyata harus difasilitasi," ujarnya.

Dia memastikan, budidaya udang pangsa ekspor tersebut telah beroperasi kembali pada Jumat(16/8) malam dan manajemen PT. WLI memprogramkan pada Desember 2019 merekrut sejumlah tenaga kerja (Naker).

"Jumlah pasti Naker yang akan direkrut disesuaikan dengan kebutuhan dan mekanismenya senantiasa berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), baik provinsi Maluku maupun kabupaten Maluku Tengah," kata Karel.

Dia menyesalkan ada komponen tertentu menyuarakan penyesalan terhadapnya, baik sebagai mantan Gubernur Maluku maupun Ketua tim sukses (Timsus) Murad Ismail dan Barnabas Orno yang saat ini menjadi Gubernur - Wagub setempat periode 2019 - 2024.

"Saya tidak bermaksud menyombongkan diri. Namun, tercatat merupakan Gubernur Maluku yang pertama berkunjung ke desa - desa, tinggal dan berdialog langsung dengan masyarakat di 11 kabupaten/ kota sehingga tidak mungkin melakukan hal - hal menyengsarakan rakyat, termasuk Naker PT.WLI," tandas Karel.

Karena itu, bagi 70 pekerja yang belum mau mengambil pesangon mereka, disilakan ke kantor PT.WLI di Arara karena manajemen siap melayani.

"Tidak ada maksud manajemen PT. WLI melakukan manipulasi soal hak - hak pekerja karena saya dalam kapasitas sebagai pemimpin, sekaligus mantan Gubernur Maluku yang dikenal 'dekat' dengan masyarakat pastinya menjunjung tinggi ketentuan perundang - undangan,'' tegas Karel.

Penulis: Alex Sariwating
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!