Sekilas Info

HUT RI KE-74

Pemprov Maluku Beri Tali Asih kepada 79 Pejuang dan Warakawuri

Jimmy Ayal Gubernur Maluku, Murad Ismail menyerahkan "tali kasih" kepada para pejuang dan janda pejuang saat perayaan HUT ke-74 RI, di Ambon, Sabtu (17/8).

satumalukuID - Pemerintah Provinsi Maluku memberikan "tali kasih" kepada 79 pejuang dan janda pejuang (Warakawuri) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia (RI) yang dipimpin Gubernur Murad Ismail di Ambon, Sabtu (17/8/2019).

Gubernur Murad meminta para pejuang maupun janda pejuang untuk tidak melihat nilai dari “tali kasih” yang diberikan, tetapi niat baik dan hati yang tulus sebagai apresiasi dan penghormatan atas pengorbanan tanpa pamrih yang diberikan saat memperjuangkan kemerdekaan RI.

"Tali kasih yang diberikan ini tidak seberapa nilainya dibandingkan pengorbanan para pejuang, janda pejuang, dan keluarga pejuang," katanya.

Murad menyatakan bangga dan gembira melihat para pejuang maupun janda pejuang dapat berjumpa dan bernostalgia maupun bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan rekan-rekan seperjuangan.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Maluku, Gubernur Murad juga menyatakan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pejuang dan janda pejuang serta keluarganya atas jasa-jasa serta pengorbanan yang diberikan kepada bangsa dan negara.

Dia mengajak seluruh komponen masyarakat di Maluku untuk memberikan simpati dan penghargaan yang tinggi atas pengorbanan yang diberikan para pahlawan dan pejuang kemerdekaan, dengan cara menumbuhkan kembali komitmen perjuangan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai pilar utama, dalam menopang proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.

Menurut dia, salah satu tantangan terbesar dalam kehidupan masyarakat modern di Indonesia adalah pudarnya nilai-nilai solidaritas sosial dan menguatnya individualisme serta hilangnya nilai kebenaran.

"Fenomena ini tidak hanya terjadi di perkotaan tetapi juga mulai merambat sampai dengan masyarakat perdesaan, sehingga menyebabkan pergeseran tata nilai masyarakat, seperti kesopanan, tenggang rasa, kasih sayang dan kebersamaan baik dalam lingkungan keluarga maupun antarkelompok masyarakat," katanya.

Gubernur berharap semua komponen masyarakat dapat menumbuhkan dan menguatkan kembali nilai-nilai solidaritas kebangsaan yang menjadi kekuatan para pahlawan dan pejuang bangsa dalam merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gubernur juga meminta generasi muda untuk memperkuat pemahaman tentang sejarah perjuangan bangsa serta menanamkan nilai nasionalisme, patriotisme, cinta Tanah Air, semangat bela negara dan sikap rela berkorban bagi kepentingan bangsa dan negara.

Penulis: Jimmy Ayal
Editor:Redaksi

Baca Juga