Sekilas Info

ADHA & ODHA

Clerry Cleffy Institute Membantu Biaya Pendidikan Anak dengan HIV AIDS di Kota Ambon

Clerry Cleffy Insitute memberi santunan bagi Anak dengan HIV Aids dan anak yang orangtua ODHDa di Ambon, Sabtu (17/8/2019)

satumalukuID -  "Clerry Cleffy Institute (CCI)" membantu biaya pendidikan Anak dengan HIV AIDS atau dikenal dengan ADHA di kota Ambon.

Direktur CCI Dwi Prihandini menyatakan, bertepatan dengan HUT RI ke-74 pihaknya berbagi sukacita dengan anak-anak di kota Ambon, khusunya yang menyandang status ADHA atau anak yang terlahir dengan orang tua ODHA.

"Kegiatan ini dikaitkan dengan sukacita anak di HUT RI, saya menggandeng rumah beta Maluku sebagai mitra saya, khususnya untuk memberikan dukungan positif kepada anak-anak yang positif HIV dan anak yang terlahir dengan orangtua ODHA," katanya di Ambon, Sabtu.

Ia mengatakan, bantuan diberikan sebesar Rp55 juta kepada 26 anak, yang pengaturan bantuan diserahkan kepada rumah beta.

"Bantuan tersebut berupa biaya pendidikan dan segala hal yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak dibidang pendidikan,potensi minat dan bakat anak," ujarnya.

Dwi menyatakan, bantuan beasiswa baru pertama kali diserahkan kerjasama dengan rumah beta, dengan harapan ikut ambil bagian dalam tumbuh kembang anak dengan status ADHA maupun orangtua ODHA.

"Saya berharap mereka memiliki semangat, rasa percaya diri dan ruang untuk mengaktualisasi minat dan bakat, serta mereka merasa sebagai anak seutuhnya," tandasnya.

Bantuan ini lanjutnya, diharapkan akan terus berlanjut dan dilakukan satu pintu sebagai bentuk tertib administrasi kebutuhan anak.

Sementara itu ketua rumah beta Maluku Evilin Theresa mengatakan, mekanisme penyaluran bantuan ini dibagi per bulan dan diperuntukan untuk kebutuhan pendidikan anak.

"Bantuan ini diprioritakan untuk uang sekolah, transport atau kebutuhan peralatan sekolah, prinsipnya kita mencegah penyalahgunaan bantuan yang tidak sesuai sehingga akan dibagi per bulan," katanya.

Ditambahkannya, pihaknya tidak menutup kemungkinan permintan kebutuhan anak dalam dua bulan, tetapi harus disertai pertanggungjawaban kepada lembaga pendonor.

"Kita juga sebelumnya telah mendata penerima bantuan dan kebutuhan pendidikan. Kita juga berharap bantuan ini akan terus berlanjut guna membantu anak dengan HIV aids maupun yang orang tuanya ODHA," tandasnya.

Selain menyerahkan bantuan, sebelumnya dilakukan lomba mewarnai bagi 26 anak penerima bantuan.

Baca Juga