Sekilas Info

KASUS NARKOBA

Umar Kei Minta Maaf ke Masyarakat, Polisi: Sudah 14 Tahun Mengkonsumsi Narkotika

Galih Pradipta/Ant Umar Kei saat di rilis kasus Narkotika di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

satumalukuID - Tokoh Pemuda Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei meminta maaf kepada masyarakat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya mengonsumsi narkotika.

"Saya atas nama diri saya dalam kesempatan yang sudah jadi bukti, saya mengatakan saya bersalah kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Umar Kei saat konferensi pers di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Umar mengatakan menyesal mengonsumsi narkotika dan berjanji tidak akan menggunakannya lagi. "Saya juga meminta maaf kepada teman-teman yang ada di luar, baik aparat yang ada di Polri juga teman-teman terutama keluarga besar saya," ucap Umar.

Umar menambahkan, "hari ini saya menerima hukuman ini, saya bersedia dan saya tidak akan mengulangi perbuatan tersebut."

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan Umar Kei mengaku kepada Polisi sudah mengonsumsi narkotika jenis sabu selama 14 tahun.

“Yang bersangkutan UK mengaku menggunakan sabu sejak 2005,” ujarnya.

Sebelumnya, Subdit II Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya menangkap tokoh pemuda Umar Ohoitenan alias Umar Kei terkait penyalahgunaan narkoba di salah satu hotel kawasan Senen Jakarta Pusat.

Polisi menyita lima plastik klip berisi sabu dengan berat 2.91 gram, satu unit mobil, senjata api jenis revolver milik Umar Kei, dua set alat isap, empat buat telepon genggam dan uang senilai Rp 850 ribu.

Umar dan tiga tersangka dijerat dengan Pasal 114, Pasal 112, Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian, Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Umar ditangkap bersama tiga orang temannya yang berinisial AS, ST dan EB. “Tiga orang rekannya ini mengaku baru mengonsumsi sabu satu tahun,” kata Argo.

Argo menambahkan, Umar bersama tiga rekannya memiliki peran berbeda dalam perkara ini.

“Umar sebagai penyandang dana untuk membeli sabu, AS sebagai tangan kanan pembawa uang Umar, ST berperan sebagai orang yang membeli narkoba ke EB,” kata Argo.

Argo menambahkan, “EB mengambil barang di Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat dari tersangka IK yang saat ini kita sedang cari (DPO).”

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) junto Pasal 132 ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Galih Pradipta/ant
Editor:Redaksi
Photographer:Galih Pradipta/Ant

Baca Juga