Sekilas Info

PASAR MODAL INDONESIA

BEI Maluku Gelar Lokalkarya Peringatan 42 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia

Jhon Soplanit Suasana lokakarya pelayanan dan perlindungan pasar modal di Ambon, Rabu (14/8)

satumalukuID - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Maluku menggelar lokakarya bertema "Memperluas layanan dan memberikan perlindungan pasar modal untuk semua" di Ambon, Rabu, dalam rangka peringatan 42 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Acara dibuka oleh Kepala BEI Kantor Perwakilan Maluku Alberto Fasaamuri Dachi.

Alberto, yang juga bertindak selaku narasumber, mengatakan setelah 42 tahun diaktifkan kembali, pasar modal Indonesia semakin menunjukkan karyanya dalam berkontribusi mengembangkan perekonomian Indonesia dengan tumbuh signifikan, serta bersaing secara kompetitif.

"Berbagai macam pencapaian dan kinerja positif terus dicatatkan sejak diaktifkan kembali pada 10 Agustus 1977," katanya.

Ia mengungkapkan, segenap pemangku kepentingan pasar modal menyelenggarakan perayaan peringatan 42 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia melalui pembukaan Perdagangan Bursa oleh Ketua Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di samping oleh Self-Regulatory Organization (SRO), yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI).

Di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global sepanjang satu semester 2019, pasar modal Indonesia mampu tumbuh signifikan dan bersaing secara kompetitif.

Sampai dengan  9 Agustus 2019 atau selama 42 tahun Pasar Modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh mencapai 6.282,132 atau terus tumbuh sejak 1977.

Hal ini diikuti dengan jumlah perusahaan yang tercatat meningkat pesat, dari Semen Cibinong sebagai perusahaan tercatat pertama tahun 1977 sampai dengan 649 perusahaan tercatat pada 2019 dengan total nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp7.205 triliun.

Ia menambahkan, pertumbuhan SID Investor saham di Maluku cukup baik, di mana pada 2016 jumlah investor sebanyak 435, kemudian pada 2017 naik menjadi 866, pada  2018 bertambah lagi menjadi 1.649, dan 2019 sebanyak 1.907.

Penulis: John Soplanit
Editor:Redaksi
Photographer:John Soplanit

Baca Juga