Sekilas Info

SIDANG KORUPSI WFC NAMLEA

Penasihat Hukum Desak Jaksa Jadikan Istri Anggota DPRD Kab Buru Sahran Umasugi sebagai Tersangka Korupsi

Daniel Leonard Penasihat hukum salah satu terdakwa dugaan korupsi dana WFC Namlea, Abdusyukur Kaliki mendesak tim JPU Kejati Maluku menetapkan Hadija Somia, istri anggota DPRD Kab Buru Sahran Umasugy, sebagai tersangka korupsi dalam kasus yang sama, Kamis (8/8/2019).

satumalukuID - Tim jaksa penutut umum Kejati Maluku didesak untuk menetapkan Hadija Somia, istri Sahran Umasugy yang menjadi salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi dana pembangunan reklamasi pantai (water front city) Namlea, Kabupaten Buru.

"Desakan ini saya sampaikan resmi dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim tipikor, RA Didi Ismiatun dan didampingi Christina Tetelepta serta Bernard Panjaitan selaku hakim anggota," kata Abdusyukur Kaliki, penasihat hukum untuk terdakwa Muhamad Duila, di Ambon, Kamis.

Tim JPU dikoordinir IGD Widhartama dan Yuoceng Ahmadaily menghadirkan sejumlah saksi dalam persidangan, termasuk Hadija Somia yang merupakan Kepala Seksi Kas Daerah PPKAD Kabupaten Buru, yang juga istri terdakwa Sahran Umasugy.

Menurut Kaliki, kliennya Muhamad Duila hanya menjadi korban dalam kasus dugaan korupsi miliaran rupiah ini, sementara saksi Hadija Somia yang memiliki peran besar dalam pencairan dan pentransferan dana yang besar ke rekening suaminya tidak dijerat hukum.

Majelis hakim tipikor yang merasa kesal dengan sikap saksi Hadija yang berbelit-belit dan memilih bungkam dalam persidangan akhirnya membuat keputusan tegas yakni mengeluarkan dia dari ruang sidang.

"Persidangan lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi Hadija saya skors hingga pekan depan, silakan saudara saksi menanggalkan ruang sidang," tegas majelis hakim.

Kekesalan hakim bermula dari keterangan saksi Hadija yang ditelepon suaminya terdakwa Sahran datang ke bank untuk membantu mendampingi Munir Letsoin mencairkan dana Rp1,1 miliar kemudian ditransfer lagi ke rekening Sahran.

Awalnya saksi Hadija mengaku atau membenarkan keterangannya sesuai BAP, tetapi kemudian membantahnya meski majelis hakim mengulangi pertanyaan serupa hingga berulang kali, tetapi saksi tetap memilih bungkam.

Munir Letsoin yang merupakan orang kepercayaan terdakwa Sahran tidak bisa dilayani petugas bank untuk mencairkan dana proyek WFC Rp1,1 miliar karena administrasinya diduga tidak lengkap.

Munir kemudian menghubungi terdakwa Sahran melalui telepon dan Sahran menghubungi istrinya saksi Hadija dalam kapasitas sebagai kepala seksi kas daerah datang sehingga pegawai bank terpaksa melayani pencairan dan pentransferan dana.

Di luar ruang sidang, terdakwa Sahran yang berpapasan dengan terdakwa Muhamad Duila sempat ribut dan nyaris terjadi adu jotos, sehingga insiden ini dilaporkan Muhamad Duila kepada penasihat hukumnya Abdusyukur Kaliki.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi
Photographer:Daniel Leonard

Baca Juga