Sekilas Info

WISATA

Festival Teluk Tifu dan Wonderful Sail 2 Indonesia Dibuka, Wisatawan 15 Negara Kunjungi Buru Selatan

Taufik Tuanaya Para wisatawan manca negara peserta Festival Teluk Tifu dan Wonderful Sail 2 Indonesia berfoto bersama warga Buru Selatan.

satumalukuID - Festival Teluk Tifu (FTT) dan Wonderful Sail 2 Indonesia dibuka oleh Sekda Buru Selatan (Bursel) Iskandar Walla, di Desa Tifu Kecamatan Leksula Kabupaten Bursel, Selasa (6/8/2019).

Sekda Bursel, Iskandar Walla saat membacakan sambutan Bupati Bursel Tagop Sudarsono Solissa mengatakan, FTT dan Wonderful Sail 2 Indonesia tahun 2019 adalah moment perpaduan daerah dan internasional yang sudah diselenggarakan kedua kalinya di Teluk Tifu.

“Festifal Teluk Tifu dan Wonderful Sail 2 Indonesia tahun 2019 merupakan event terintegrasi daerah, nasional dan internasional yang sudah dilakukan kedua kalinya di Teluk Tifu ini,” kata Walla.

Dikatakan, tahun-tahun sebelumnya yakni tahun 2015-2017 hanya dilaksanakan Wonderful Sail Indonesia dan event-event yang digelar hanya berlokasi di Kota Namrole.

Menurutnya, dilakukannya FTT dan Wonderful Sail 2 Indoensia di Teluk Tifu ini menunjukan bahwa pengembangan pariwisata di Bursel tidak hanya terfokuskan di Ibu kota kabupaten, tetapi sudah mulai dikembangkan ke kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Bursel.

“Tahun 2018, desa-desa yang menjadi titik kunjungan peserta Wanderful Sail hanyalah Desa Tifu di Kecamatan Leksula, dan Desa Mengeswaen di Kecamatan Fena Fafan, Selanjutnya di tahun 2019 ini titik kunjung semakin diperluas sampai di Desa Waekatin dan Desa Fakal yang sudah dikenal sebagai negeri di atas awan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi desa tersebut dan menjadi destinasi bagi wisatawan karena letaknya di atas gunung,” jelas Walla.

Dikatakan, desa Fakal juga memiliki hasil pertanian yang menjanjikan dan bisa dijadikan sebagai agro wisata.

"Desa Mengeswaen dapat pula dijadikan sebagai tempat wisata kuliner dan di Desa Wakatin akan dijumpai atraksi wisata air tawar yang dikenal dengan nama Wisata Ikan Opofot,” terangnya.

Walla mengajak semua stakeholder di daerah ini untuk bersama-sama meningkatkan kreatifitas dan melestarikan budaya kearifan lokal daerah melalui lomba hela rotan, lomba renang tradisional anak, lomba mancing tradisional, dan lomba kuliner non beras antar desa.

“Kita harus melestarikan semua budaya dan tradisi adat istiadat kita. Karena itu adalah harta dan jati diri kita sebagai masyarakat Buru Selatan,” ungkapnya.

Walla menjelaskan, FTT dan Wonderful Sail 2 Indonesia tahun 2019 kali ini mengalami peningkatan dari 22 kapal menjadi 51 kapal yang diramaikan oleh 154 peserta dari 15 negara.

“Kali ini kunjungan semakin meningkat karena diikuti oleh 15 negara dan akan berada di Teluk Tifu sampai 7 Agustus 2019 untuk menikmati keindahan alam pantai, alam pegunungan, budaya dan sejarah yang ada di Tifu, Mengeswaen, Waekatin dan Fakal dalam bentuk paket tour,” ujarnya.

Atas nama Pemda Bursel, Walla menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga situasi dan kondisi keamanan di desa Tifu dan desa-desa yang masuk dalam Tour Wisata.

“Pemerintah menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta seluruh pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan ini untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan dan tunjukan keramah tamahan kita sebagai tuan rumah yang baik, karena dengan semua itu, akhirnya akan menimbulkan kenangan yang manis bagi penikmat wisata,” harapnya.

Informasi yang diperoleh dari panitia, dari 15 negara yang sudah menyinggahi Teluk Tifu yakni 7 kapal dari Australia, 3 dari USA, 2 dari Inggris, 1 dari Swedia, 1 dari Norwergia, 1 dari Kanada, dan 1 dari New Seland.

Penulis: Taufik Tuanaya
Editor:Redaksi

Baca Juga