Sekilas Info

LAPORAN NEVADA HETHARIA, Bogor

Dalam Sunyi, Tanpa Janji Bonus; Alvin Tehupeiory Mencetak Prestasi Fenomenal untuk Maluku

satumalukuID/Nevada Hetharia Alvin Tehupeiory sempat terduduk dan mendapat perawatan sesaat setelah menjejakkan kaki di garis finish Lari 200 Meter Putri Senior pada Ajang Kejurnas Atletik 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (4/8/2019).

Pecah rekor. Itulah kalimat spontan yang diucapkan beberapa official dan panitia pelaksana saat sprinter Maluku Alvin Tehupeiory menjejakkan kaki di garis finish lari 200 meter putri senior, Minggu (4/8/2019). Catatan waktunya 23,76 detik.

Saat itu, waktu menunjukkan sekira pukul 16.53 WIB. Tak ada sorak sorai penonton menyambut kemenangan Nona Ambon asal Negeri Hutumuri ini. Stadion Pakansari benar-benar sepi penonton.

Hanya terlihat puluhan hingga seratusan atlit dan segelintir penonton di stadion yang terletak di Kawasan Cibinong tersebut. Itupun kebanyakan mereka duduk di dekat garis start, bukan lokasi garis finish.

Bersamaan dengan rekor baru yang diciptakan Alvin di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2019, semua wilayah di Pulau Jawa sedang mengalami black out. Lampu dan jaringan listrik padam. Akibatnya, saluran komunikasi terganggu.

“Beta seng bisa kontak dengan teman-teman wartawan di Ambon nih,” kata Marla Sopacua, Pelatih Atlit dari Maluku menyikapi kejadian black out yang luar biasa itu.

Marla mengaku teman-teman wartawan dari Ambon cukup intens mencaritahu perolehan hasil atlit-atlit Maluku di ajang Kejurnas Atletik 2019 ini. “Mereka antusias untuk memberitakan apa yang dicapai atlit-atlit Maluku,” timpalnya.

Kembali ke Alvin, usai menjejakkan kaki ke garis finish, anggota Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) Kodam XVI Pattimura ini, dengan langkah agak pincang menyambut ucapan selamat dari para pelari yang menjadi rivalnya. Tampaknya otot paha pelari asal Negeri Hutumuri Ambon itu sedang sakit.

Tak lama kemudian, Alvin terduduk. Beberapa petugas medis yang memang berada di dekat garis finish langsung melakukan penanganan. Bagian paha, anak ketiga dari pasangan (alm) Wellem Tehupeiory dan Maria Kailuhu ini, diurut. Selanjutnya dia digiring untuk rebahan di velbed di bawah tenda posko kesehatan.

Pelatih atlit Maluku Marla Sopacua, terlihat berada di dekat velbed Alvin bersama sejumlah petugas medis. Otot-otot pada bagian paha Alvin yang menegang mendapat pijatan dari petugas medis.

Beberapa saat setelah berbaring, Alvin mulai terlihat santai. Sejumlah atlit dan panitia menyalaminya dan mengucapkan selamat atas pemecahan rekor.

“Sepertinya hanya orang Maluku yang bisa memecahkan rekor ini,” kata seorang atlit pria kepada tentara wanita berpangkat Sersan Dua itu.

Sang atlit pria itu tampaknya tak asal bicara. Rekor yang dipecahkan Alvin tersebut adalah milik atlit putri asal Maluku lainnya yakni Irene Truitje Joseph. Rekor Irene Joseph ini adalah 23,86 detik dan sudah bertahan selama 20 tahun. Dia mencetak rekor tersebut pada 17 Juli 1999 saat tampil di ajang Sea Games, Kuantan, Malaysia.

Tampaknya para atlit dari masa ke masa sudah maklum kalau nomor sprint puteri, selalu dikuasai perempuan berdarah Maluku. Dimulai dari era Carolina Rieuwpassa, Emma Tahapary, Henny Maspaitella, Irene Truitje Joseph, Viera Hetharie, hingga sekarang ini Alvin Tehupeiory.

Mereka berkali-kali memecahkan rekor atas nama sendiri, sebelum akhirnya dipecahkan atlit lain yang juga berasal dari Maluku setelah penantian yang cukup lama.

Mendengar pujian dari sang atlit pria tentang hanya orang Maluku yang bisa memecahkan rekor lari jarak pendek putri, Alvin yang lahir di Kota Ambon 5 April 1995 itu hanya tersenyum. Dia kemudian meminta jaket kepada sang pelatih dan mengenakannya.

Alvin Tehupeiory menunduk menahan rasa sakit di bagian paha seusai finish di urutan pertama nomor lari 200 meter puteri senior pada ajang Kejurnas Atletik 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (4/8/2019)

Beberapa wartawan tampak menunggu Alvin di dekat velbed tempat dia berbaring. Begitu Alvin mengenakan jaket, mereka langsung mewawancarainya.

Saat diwawancara, Alvin mengaku memang sempat mengalami rasa sakit di bagian paha. Namun, dia tetap melanjutkan hingga mencapai garis finish.

"Kalau untuk sisi kebugaran mah ada sempat terasa janggal di paha, pas tanding nggak mikirin sakit ini. Tapi saya tetap fokus lari aja," katanya.

Dia juga mengatakan setelah Kejurnas ini akan mempersiapkan untuk Olimpiade Militer Dunia ke-7 di China pada Oktober nanti. “Setelah itu saya bakal mempersiapkan untuk SEA Games mendatang. Saya ingin lebih memperbaiki waktu lagi," ujar Alvin.

Usai meladeni wawancara singkat, Alvin lalu menuju ke ruangan khusus untuk tes dopping karena memecahkan rekor nasional. Hasilnya, Nona Ambon yang berperawakan tinggi 169 cm itu dinyatakan lolos dopping.

Yang menarik, saat Alvin sedang menjalani tes dopping, terlihat dua pria berguling-guling di lapangan stadion Pakansari. Mereka memenuhi nazar untuk berguling dari ujung lapangan ke ujung lapangan lainnya. Nazar mereka memang unik. Yakni, kalau Alvin memecahkan rekor nasional, keduanya akan bergulingan di lapangan.

Alvin sendiri baru bisa menerima pengalungan medali keesokan hari, yakni Senin (5/4/2019) karena suasana stadion mulai memasuki senja dan lampu masih padam.

Tak perlu sorak sorai yang membahana. Tak perlu menunggu janji-jani manis bonus dari pemerintah daerah. Dalam sunyi, Alvin pun mampu menciptakan prestasi, mencatat rekor baru nasional.

Selamat Ade Nona… Dangke su angka nama Maluku.

Penulis: Nevada

Baca Juga