Sekilas Info

OJK Tes Calon Komisaris dan Direksi Bank Maluku – Malut

Gubernur Maluku, Murad Ismail memberikan sambutan saat melantik 10 pejabat Eselon II lingkup pemprov setempat, di Ambon, Senin (23/7). (Jimmy Ayal)

satumalukuID - Gubernur Maluku Murad Ismail memastikan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat masih melaksanakan tes kepatutan dan kelayakan terhadap para calon komisaris dan direksi PT. Bank Maluku - Maluku Utara (Malut).

"Para calon komisaris maupun direksi PT. Bank Maluku - Malut yang diputuskan, baik saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), baik tahunan maupun luar biasa di Jakarta pada 17 Juni 2019 masih mengikuti tes kepatutan dan kelayakan sehingga belum tahu siapa yang berhak menempati formasi yang lowong," katanya, dikonfirmasi, Rabu.

RUPS tahunan PT. Bank Maluku dan Malut mencalonkan Arief Burhanudin Waliulu sebelumnya menjabat Plt Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum Bank Maluku menjadi Dirut serta calon Direktur Pemasaran dijabat Jetty Likur, sebelumnya menempati  salah satu jabatan di Bank Mandiri Jakarta, menggantikan Aleta Da Costa.

Calon  Direktur Umum dijabat Joly  Pulung, sebelumnya menjabat sebagai Kepala  Cabang PT. Bank Maluku – Malut  di Tobelo, Halmahera Utara. Ia harus memenuhi beberapa persyaratan untuk diajukan ke OJK.

Sebelumnya, RUPS Luar Biasa sepakat calon Komisaris Utama dijabat Mohammad  Armyn Syarif Latuconsina yang sebelumnya adalah Wakil Walikota Ambon.

Calon Komisaris Independen dijabat Hengky Pelapon yang harus memenuhi beberapa persyaratan untuk diajukan ke OJK.

Gubernur Murad yang adalah pemegang saham pengendali PT. Bank Maluku - Malut mengatakan, dia meminta jangan cuma dua nama untuk calon Komisaris Utama dan Komisaris Independen.

"Jangan cuma dua yang dikirim, tetapi tiga, bahkan bisa empat. Dari yang terbaik berdasarkan penilaian OJK, maka bisa menduduki jabatan Komisaris maupun Direksi PT. Bank Maluku - Malut," ujarnya.

Disinggung peluang Sam belum aman, dia menjelaskan, ketentuannya harus mengikuti tes kepatutan dan kelayakan yang dilakukan OJK Pusat.

"Bukan belum aman. Kita kalau mengusulkan dua nama saja berarti tidak ada pilihan. Pokoknya percaya sama saya. Saya tidak main - main dengan jabatan Gubernur Maluku sebagai pemegang saham pengendali PT. Bank Maluku - Malut," tandasnya.

Murad yang dilantik bersama Wagub, Barnabas Orno oleh Presiden Jokowi di Jakarta pada 24 April 2019 itu mengemukakan, hasil tes kepatutan dan kelayakan OJK Pusat nantinya disampaikan kepada pemegang saham lainnya yakni Gubernur Malut, para Bupati maupun Wali Kota se- Maluku dan Malut.

"Pastinya saat RUPS tahunan maupun luar biasa di Jakarta yang dihadiri Abdul Gani Kasuba itu disepakati PT. Bank Maluku - Malut harus dikelola secara profesional sehingga mendukung pengembangan pembangunan di dua provinsi tetangga ini," tegasnya. ( Alex Sariwating )

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!