Sekilas Info

Rumput Digusur Diganti Paving Blok, Warga Ambon Heboh; Muncul Tagar #SaveLapanganMerdekaAmbon

Pengerjaan proyek paving blok Lapangan Merdeka Ambon.

satumalukuID - Proyek rehabilitasi Lapangan Merdeka (Lapmer) di Kota Ambon, mendapat kecaman dan kekecewaan dari warga kota maupun para netizen di media sosial. Pasalnya, proyek yang terkesan tiba-tiba itu ternyata menggusur lapangan rumput dan menggantikannya dengan paving blok atau paving stone.

Pantauan di lapangan Senin sore, tiga buah alat berat sudah menggusur lapangan rumput dan tumpukan paving blok juga sudah diletakkan untuk nantinya ditutupi keseluruhan lapangan rumput di area bersejarah dan sempat menjadi ikon olahraga dan aktifitas masyarakat itu.‎

Akibatnya, muncul reaksi masyarakat secara serentak di media sosial. Malah sudah muncul tagar #SaveLapanganMerdekaAmbon.

Bukan saja netizen yang tinggal di Kota Ambon atau Maluku, namun orang Maluku yang telah merantau di berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri, pun menyampaikan kecaman, kekagetan, keprihatinan, ‎mempertanyakan kebijakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat olahraga dan sebagainya.

Warga Ambon terkejut, karena kemana lagi mereka bisa berolahraga di atas lapangan rumput secara gratis dan mudah dijangkau serta dengan ditutup paving blok maka tidak ada lagi lapangan hijau terbuka umum di ibukota Maluku tersebut.

Proyek rehabilitasi yang dikerjakan tiba-tiba dan diduga tanpa sosialisasi ini, selain menghilangkan akses masyarakat menggunakan lapangan rumput, juga tidak dilengkapi papan proyek di kawasan Lapangan Merdeka.

Ketika ditelusuri di jejak digital pada hhtp/www lpse.malukuprov.go.id. yang tertera LPSE Provinsi Maluku: Informasi Tender, terlihat jelas proyek rehabilitasi Lapangan Merdeka itu bernilai 2, 499.000.000 dan info yang diterima dimenangkan dengan nilai penawaran 2,413.000.000. Namun tidak dijelaskan siapa pemenangnya, tetapi dari penelusuran media ini diinformasikan bahwa pemenangnya adalah CV Pelangi Jaya.

Sesuai jadwal di website pelelangan tersebut, tenggat waktu tender sedang berjalan. Namun ternyata pekerjaan proyeknya sudah dikerjakan. Pada tabel tertulis pada tanggal 10 Juli sampai 16 Juli 2019 masih tahap Sanggahan.  Kemudian tahap Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa pada tanggal 17 Juli 2019.

Tahap Penandatanganan Kontrak baru akan dilakukan sesuai tenggat waktu 18 Juli sampai dengan  31 Juli 2019 pukul 16.00 WIT. Tetapi pekerjaan fisik proyeknya sudah dilakukan sejak pekan lalu.                         .

Proyek ini awalnya dikira dilaksanakan oleh Pemkot Ambon. Namun ketika dikonfirmasi ke Kepala Dinas PU Kota Ambon tidak ada jawaban. Saat ditanyakan pada Ketua DPRD Kota Ambon, Jemmy Matita, barulah diinformasikan bahwa proyek tersebut dilaksanakan oleh Pemprov Maluku, bukan Pemkot Ambon.

Kepala Dinas PU Maluku, Ir Ismael Usemahu yang dikonfirmasi melalui pesan singkat via telepon selulernya beberapa kali, juga tidak meresponnya sampai berita ini diekspos.

Hal yang sama juga terjadi ketika dikonfirmasi kepada Gubernur Maluku Irjen Pol Pur Murad Ismail melalui pesan di Whatsapp miliknya juga belum dibaca sehingga belum dibalas. (novi pinontoan)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!