Sekilas Info

Lecehkan Anak Buah, Oknum Pejabat Satpol PP Kota Ambon Dipolisikan

Ilustrasi Satpol PP

satumalukuID - Marcel N, oknum Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Ambon harus berurusan dengan aparat hukum akibat perbuatannya terhadap anak buahnya berinisial AP. Alhasil terduga pelaku dipolisikan.

Marcel diduga mencabuli AP di kantor Satpol PP Kota Ambon, Senin (1/7) lalu. Tangannya gentayangan “meremas” bokong wanita yang sudah berumah tangga itu.

Terkait hal ini, Penyidik Reskrim Polres Pulau Ambon dam Pulau-Pulau Lease bekerja cepat. Beberapa saksi diperiksa.

"Setelah melalui rangkaian penyidikan, oknum Satpol PP itu resmi tersangka. Penetapan statusnya sejak 11 Juli 2019,"ujar Kasubbag Humas Polres Ambon Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan, Senin (15/7).

Kepala Seksi Kerjasama Satpol PP Kota Ambon itu, bukannya menunjukan sikap teladan sebagai seorang pimpinan, justru berbuat bejat.

AP mengaku tersangka bukan baru sekali berbuat demikian. Tahun 2017 lalu, pria 41 tahun itu, juga mencabuli korban. Tangannya diduga “gatal” hingga berani memegang bokong pegawainya tersebut.

"Jadi, akibat perbuatanya dijerat Pasal 289 KUHP yang mengatur mengenai perbuatan cabul di lingkungan kerja/institusi dan atau merusak kesopanan dan keasusilaan," jelas mantan Kapolsek Teluk Ambon itu.

Meskipun perbuatan Marcel dikategorikan tidak sopan santun. Namun, ia tidak ditahan. Ia bebas menjalankan tugasnya seperti biasa.

"Dia tidak ditahan. Ia berjanji akan kooperatif. Dan itu diatur dalam pasal 20 dan 21 KUHAP," ujarnya.

Perkara dugaan tindak pidana pencabulan dengan itu ditangani Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, berdasarkan laporan polisi nomor: LP/533/VII/2019/Res Ambon tanggal 2 Juli 2019.

Aksi tidak senonoh yang dilakukan Kepala Seksi Kerja Sama Satpol PP ini, berawal ketika AP hendak mengambil helm yang dititip di pos penjagaan, 28 Juni lalu.

Saat hendak mengambil helm, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang korban. Entah mengapa atau diduga tak mampu menahan syahwatnya, tangan Marcen meremas bokong wanita 38 tahun tersebut.

Usai menjalankan aksi tak senonoh, Marcen malah merasa tidak berdosa. Pasalnya, ia terus berjalan menuju lantai 2 Kantor Satpol PP sekitar pukul 09.15 WIT.

Tindakan tidak terpuji pelaku membuat korban naik pitam. Korban merasa harga dirinya telah dilecehkan pelaku. Esok harinya, korban bersama sejumlah saksi menuju Pos Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ambon dan melaporkan perbuatan tersebut. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!