Sekilas Info

DPRD Maluku Tengah Desak Kementerian PUPR Tangani Jembatan Wai Kaka di Tala

Jembatan Wai Kaka di perbatasan Kecamatan Elpaputih dan Kecamatan Amalatu yang merupakan penghubung utama jalan trans Pulau Seram terputus akibat hujan lebat selama dua hari menyebabkan luapan banjir besar sehingga akses jalan lumpuh totala, Kamis (6/6). (Daniel Leonard)

satumalukuID - DPRD kabupaten Maluku Tengah mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar menangani jembatan Wai Kaka di desa Tala yang mengalami kerusakan akibat luapan banjir karena hujan dengan intensitas tinggi pada 6 Juni 2019.

Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah, Demmy Hattu, di Ambon, Kamis (11/7), mengatakan, desakan itu sudah disampaikan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta pada awal pekan ini.

"Kami menyampaikan desakan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, dihadiri Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku dan Maluku Utara, Chris Lesmono," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengemukakan, telah terjadi kesepakatan agar jembatan Wai Kaka segera ditangani karena strategis mendukung kelancaran akses trans Seram yang menghubungkan kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) - Maluku Tengah - Seram Bagian Timur (SBT).

"Hanya saja, masih menunggu luapan banjir surut karena intensitas hujan diprakirakan BMKG masih berlangsung hingga Agustus 2019," kata Demmy.

Karena itu, penanganan saat ini adalah memasang jembatan belly agar akses jalan trans Seram lancar, kendati bus besar, truk pengangkut bahan pokok masyarakat maupun material serta BBM dilarang untuk sementara waktu.

Jembatan belly yang akan dipasang di Wai Kaka telah diangkut dari desa Naku Pia, kabupaten Maluku Tengah.

Demmy mengakui DPRD Maluku Tengah memperjuangkan juga tujuh jembatan lainnya di akses jalan trans Seram yang akibat luapan banjir mengalami penurunan.

"Abutment Jembatan mengalami penurunan karena tidak memasang tiang pancang sehingga bila terjadi luapan banjir, maka mengganggu aktivitas transportasi darat," ujarnya.

Sebelumnya, Kadis PU Maluku, Ismael Usemahu mengatakan, akibat hujan dengan intensitas tinggi pada awal Juni 2019 mengakibatkan sejumlah jembatan di trans Seram mengalami kerusakan.

Dia merujuk jembatan Wai Nari 2 di desa Wasia Sanahu, kecamatan Elpaputih maupun jembatan Wae Kaputi, kecamatan Taniwel Timur, kabupaten SBB.

"Saya diberitahu Kepala BPJN XVI, Chris Lesmono bahwa jembatan belly akan dipasang di Wae Kaputi sambil mempersiapkan pembangunan permanen karena telah diprogramkan," kata Ismael. (Alex Sariwating)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!