Sekilas Info

Keziah Veendorp, Anak Ambon Belanda yang Dikabarkan Bakal Dinaturalisasi Timnas Indonesia

Keziah Veendorp saat mengenakan ban kapten Timnas Belanda U-18.

satumalukuID – Satu lagi anak Ambon kelahiran Belanda kabarnya akan dinaturalisasi Timnas Indonesia. Dia adalah Keziah Veendorp, pemain bertahan andalan klub FC Emmen, salah satu klub kasta teratas sepakbola Belanda (Eredivisie).

Usia Keziah tergolong masih muda. Belum genap 22 tahun. Salah satu orang tuanya merupakan warga asli Maluku.

Mengutip Indosport.com, nama Keziah Veendorp mulai menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola Indonesia terjadi ketika dirinya mengaku ingin dinaturalisasi dan siap membela Timnas Indonesia.

Bahkan media olahraga Vietnam, Bongda, mengatakan jika Keziah menjadi salah satu pemain asing yang bakal dipanggil pelatih Indra Sjafri ke skuat Timnas Indonesia U-22 jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 lalu.

Namun, pemain yang saat ini memperkuat klub kasta teratas sepak bola Belanda (Eredivisie) FC Emmen tersebut tak kunjung datang ke Indonesia. Indra Sjafri pun tetap memanfaatkan sejumlah kekuatan asli Indonesia di ajang penting tersebut.

Keziah sendiri dikenal memiliki talenta luar biasa. Dia memulai kariernya di sejumlah akademi sepak bola Belanda. FVV Foxhol menjadi klub pertama Keziah, di mana ia bertahan kurang lebih satu musim yakni pada 2005-2006. Setelah itu ia hijrah ke VV Hoogezand, sebelum akhirnya bergabung ke klub ternama Belanda, FC Groningen.

Bersama Groningen, Keziah bertahan selama kurang lebih delapan tahun. Pada 2016 lalu, ia pun akhirnya dipromosikan ke skuat senior FC Groningen. Itu tak terlepas dari penampilan apiknya di tim muda FC Groningen U-19 dan U-23.

Keziah merupakan salah satu pilar penting di tim muda Groningen. Selama kurang lebih tiga musim, Keziah mampu mengemas 1 gol dan 1 assist. Catatan itu terbilang cukup baik untuk seorang pemain bertahan.

Penampilan itu yang membuatnya dipanggil ke Timnas Belanda U-17 beberapa waktu lalu. Dirinya selalu menjadi pilihan utama saat tim muda Belanda bersaing di ajang Euro U-17 2014 lalu. Menariknya, ia mampu menyumbangkan 1 assist di ajang tersebut.

Ketika memperkuat Timnas Belanda U-18, Keziah dipercaya menjadi kapten. Dia sempat menjadi pemimpin bintang muda anyar Barcelona, Frenkie de Jong. Itu terjadi ketika keduanya memperkuat Timnas Belanda U-18.

Keziah pun akhirnya diberikan kesempatan memainkan satu pertandingan di Eredivisie saat melawan AZ Alkmaar. Dirinya mulai masuk ke lapangan pada menit ke-79 menggantikan Juninho Bacuna saat Groningen dikalahkan 1-4 atas AZ Alkmaar.

Namun karena sulit mendapatkan menit bermain di skuat utama Groningen, Keziah akhirnya memilih hijrah ke klub Eredivisie lainnya, yakni FC Emmen.

Sejak didatangkan pada musim 2017/18 lalu, Keziah mampu menjadi pilar utama di lini belakang FC Emmen.

Keziah sendiri mengaku bahwa proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi ia mengaku bersabar dan siap menunggu proses tersebut.

"Saya ingin menjadi warga negara Indonesia dan membela Timnas. Tetapi saya masih harus mengurusi paspor saya terlebih dahulu," kata Keziah.

"Ini akan memakan waktu, tetapi saya berharap akan segera mendapatkan paspor Indonesia," lanjut pemain Belanda tersebut.

Jika melihat statistik Keziah di Eredivisie, maka itu akan membuat Timnas Indonesia semakin menakutkan dan kuat. Sekedar informasi, ia mampu mengemas 1 gol dan 3 assist dari 32 pertandingan bersama FC Emmen.  (petra josua)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!