Sekilas Info

Puluhan Siswa SMP Negeri 4 Ambon Unjuk Kebolehan Main Biola Hasil Belajar di Museum Siwalima

Siswa SMPN 4 Ambon menampilkan hasil belajar bersama alat musik biola di museum Siwalima.

satumalukuID - Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Ambon menampilkan hasil belajar alat musik biola yang dilakukan selama empat hari di museum Siwalima Ambon.

"Sebanyak 25 siswa yang mengikuti latihan bersama alat musik biola menampikan konser mini hasil berlatih di museum Siwalima," kata Kepala Museum Siwalima Ambon, Jean Saiya di Ambon, Jumat (5/7).

Ia mengatakan, para siswa menampikan tiga lagu yang telah dilatih yakni lagu nasional Indonesia Pusaka, dan lagu daerah Huhate serta ayo mama.

"Konser mini dilakukan sebagai bentuk apresiasi hasil latihan para siswa yang dilakukan selama masa liburan sekolah," katanya.

Jean menjelaskan, belajar bersama alat musik merupakan kegiatan inovasi yang dilakukan di museum, sekaligus upaya memperkenalkan alat musik tradisonal Maluku seperti tifa, totobuang, ukulele dan tahuri.

Selain belajar alat musik biola, siswa juga diperkenalkan alat musik khas Maluku agar siswa tidak hanya mengenal alat musik yang umum digunakan tetapi juga musik tradisional.

"Kita berupaya memperkenalkan museum secara umum kepada generasi muda terkait koleksi yang ada seperti koleksi alat musik," katanya.

Proses belajar, katanya, dilakukan para siswa yang masih pemula maupun beberapa yang telah mahir, yang saling mengisi lewat alat musik, sehingga menghasilkan harmonisasi musik.

"Dengan kegiatan ini siswa saling bersosialisasi untuk belajar, yang mahir malatih yang pemula untuk sama-sama menyeimbangkan suara alat musik, melengkapi kekurangan dan kelebihan, sehingga menghasilkan harmonisasi musik," katanya.

Pihaknya berharap, kegiatan belajar alat musik merupakan wujud peran kecil museum Siwalima untuk mendukung Ambon sebagai kota musik dunia yang akan ditetapkan Unesco.

"Harapan kami pemerintah juga dapat lebih memperhatikan museum untuk kembangkan museum sebagai lembaga yang merawat, memelihara dan juga informasikan koleksi sejarah dan budaya kepada masyarakat secara luas," kata Jean. (Penina Fiolana Mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!