Sekilas Info

Terdakwa Kasus Pembunuhan di Wailikut Buru Selatan Dituntut Hukuman Mati

satumalukuID  - Lantaran terbukti bersalah melakukan pembunuhan sadis di Desa Wailikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, pada Minggu 1 Februari 2019 lalu akhirnya Nela Nurlatu dituntut hukuman mati oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru.

Sebagaimana pernah diberitakan, dalam kasus pemburunuhan mengakibatkan tiga orang tewas. Diantaranya, IS alias Irma (37), FP (7) dan seorang balita berumur tahun.

Nela mendengar pembacaan tuntutan dalam sidang yang dipimpin, Samuel Ginting selaku hakim ketua, pada sidang yang berlangsung di PN Buru, pekan lalu.

“Pada Kamis (20/6) sekitar pukul 11.00 WIT, berlangsung sidang perkara pembunuhan secara berencana atas terdakwa, Nela Nurlatu alias Nela. Nela dituntut dengan pidana penjara mati (hukuman mati),” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette SH kepada wartawan di Ambon.

Dikatakan, sidang berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Polres Buru dan petugas Kejaksaan, serta dihadiri masyarakat dari Desa Wailikut sebanyak 5 orang.

“Setelah pembacaan tuntutan, sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda pembelaan oleh terdakwa. Nela kemudian, langsung dibawa ke Lapas Namlea dengan pengawalan tiga petugas kejaksaan negeri Buru,” jelas Sapulete.

Nela dituntut melanggar pasal berlapis, yaitu 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP, pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 2012 Perlindungan Anak, dan pasal 468 KUHP.

Tindakan Nela nekat menghabisi tiga orang, yang tak lain masih kerabat dekatnya dan tinggal satu atap. Dia pertama kali membunuh Irma. Kepala Irma ditebas hingga terlepas dari anggota tubuhnya.

Usai merampas nyawa Irma, terdakwa kembali menebas seorang balita 1 tahun, anak dari Au Nurlatu, diduga saudaranya sendiri.

Saat akan meninggalkan rumah pembantaian, terdakwa melihat FP. Siswa kelas 1 SD ini sedang duduk di rumahnya atau sekitar 10 meter berada di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Diduga tak ingin aksinya diketahui orang lain, ia menghampiri anak malang itu, dan langsung menebas wajahnya dua kali menggunakan senjata tajam (parang).

Ketiga warga Wailikut ini semuanya tewas bersimbah darah dengan kondisi yang sangat mengenaskan di TKP.

Irma, korban pembunuhan merupakan istri pertama dari almarhum Alim alias Istiar Nurlatu (60). Alim juga dibunuh di rumah yang sama pada 28 Oktober 2018 lalu. Alim dibantai secara sadis. Kepalanya dilepas dan dibuang ke sungai.

Pelakunya adalah Siliwai Nurlatu (38) dan istri kedua almarhum yakni Nela Latbual. keduanya sudah dihukum dan dimasukan ke Lapas Namlea. Motif dibalik pembunuhan Alim adalah perselingkuhan.

Keduanya memiliki hubungan spesial atau berpacaran alias berselingkuh. Karena takut hubungan mereka diketahui sang suami, keduanya menyusun rencana jahat.

Kala itu, Nela membuka jendela kamar disaat melihat suaminya tertidur pulas. Sekitar pukul 03.00 WIT, Siliwai masuk dan langsung menebas kepalanya. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!