Sekilas Info

Kabupaten Buru Sukses Penyelenggara dan Prestasi, Tanimbar Jadi Tuan Rumah MTQ ke-29 Tahun 2021

satumalukuID - Event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 Provinsi Maluku berakhir dan menghasilkan tuan rumah Kabupaten Buru sebagai juara umum dari beberapa cabang mata lomba yang dilombakan.

Penetapan Kabupaten Buru sebagai juara umum tersebut, berdasarkan penilaian dewan hakim yang dibacakan Ketua Dewan Hakim MTQ Provinsi Maluku ke-28, H. RR. Hasanussi., Jumat malam (21/6).

Peringkat umum kedua diraih kontingen Kota Ambon disusul Kota Tual menempati posisi ketiga serta berikutnya Maluku Tenggara (Malra), Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah (Malteng).

Kesuksesan tuan rumah sebagai juara umum MTQ Maluku itu terwujud setelah meloloskan 12 wakilnya ke grand final.

Ketua kontingen Kabupaten Buru, Ir H Masri, mengungkapkan, bahwa harapan untuk menjadi juara umum ini sudah dari awal, sehingga pihaknya dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Buru telah mempersiapkan qori dan qoriah yang handal, hasil dari MTQ tingkat kabupaten setempat.

Alhasilnya apa yang diinginkan sebagai juara umum MTQ Maluku terwujud saat Ketua Dewan Hakim membaca pengumuman juara di malam penutupan MTQ di alun-alun Bupolo.

Hasil tersebut membuat Kabupaten Buru sebagai penyelenggara MTQ Maluku ke-28 dinilai sukses menyelenggarakan even itu maupun sukses meraih prestasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Huwae SH dalam acara penutupan mengatakan, kurang lebih sepekan bumi Bupolo telah disemarakan dengan dengan kegiatan yang benuansa Islam dalam bentuk membaca dan menulis kaligrafi Al'Quran yang dirangkaikan dengan perhelatan seni dan budaya Islam dan wisata relegi.

"Saya yakin, para kafilah utusan 11 kabupaten/kota yang hadir disini, berlatar belakang adat dan budaya yang beragam, namun melalui event MTQ saling mengenal satu dengan yang lainnya, sehingga akan terbina dan teraktualisasi generasi Qurani masa depan yang berkualitas, berkrakter serta memiliki cinta terhadap Al Qur'an serta berakhalak mulia.".

Bahkan menurut pengamatan kata Huwae, pelaksanaan MTQ Maluku ini, tidak hanya melibatkan latar belakang adat dan budaya yang berbeda dari masing-masing kabupaten/kota. Tapi hal yang paling menarik adanya keterlibatan dan partisipasi umat beragama non Muslim yang ikut menyemarakan MTQ tersebut.

Dengan kondisi demikian telah mencerminkan betapa kuatnya toleransi, kemajemukan, interaksi sosial atau kekerabatan sosial yang telah terbangun secara permanen di Maluku.

"Bagi yang berhasil meraih juara, kiranya dapat mempersiapkan diri untuk mewakili Maluku pada event MTQ tingkat nasional di kota Padang Provinsi Sumatra Barat," harap Huwae.

Sebelumnya, Bupati Buru Ramli Umasugi mengatakan, mewakili masyarakat dan pemerintah kabupaten, mengucapkan rasa syukur atas terlaksanya MTQ provinsi yang berjalan secara aman dan lancar, sehingga melahirkan antusias masyarakat yang luar biasa.

Untuk itu melalui momentum MTQ, jangan hanya dijadikan seremonial semata tetapi memiliki efek positif untuk memperbaiki akhlak dan menjaga stabilitas nilai-nilai luhur serta mengembalikan keluarga yang melahirkan insan-insan yang Quraini yang senantiasa menjaga harkat dan martabat kemanusiaan.

"Dengan segala kerendahan hati dan tulus, kami menyampaikan permohonan maaf, jika selama pelaksanaan masih terdapat berbagai kekurangan, karena kita manusia yang tidak mungkin memiliki kesempurnaan," tuturn­ya.

Sementara itu, sebelumnya dalam rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku di sela-sela pelaksanaan even keagamaan tersebut, telah menetapkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang sebelumnya bernama Maluku Tenggara Barat sebagai tuan rumah MTQ ke-29 tahun 2021 mendatang. (SM-10/SM-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!