Sekilas Info

Peresmian Pabrik Pengolahan Ikan PT Kreasi Himono Indonesia di PPI Eri Tingkatkan Iklim Investasi di Ambon

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur PTPT Kreasi Himono Indonesia Elisina Norimarna dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Rabu (22/5/19).

satumalukuID - Peresmian pabrik pengolahan perikanan di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Eri ,kecamatan  Nusaniwe merupakan upaya peningkatan iklim investasi di kota Ambon.

"Pabrik pengolahan ikan yang diproduksi PT. Kreasi Himono Indonesia, memiliki nilai penting dan strategis dalam kaitan pengembangan iklim investasi di bidang kelautan dan perikanan," kata Asisten I Pemerintah Kota(Pemkot) Ambon, Mintje Tupamahu, Kamis (20/6).

Ia mengatakan, kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi unggulan di kota Ambon disamping  pariwisata dan jasa perdagangan.

"Walaupun termasuk sektor ekonomi unggulan, tetapi potensi lestari yang dikelola pemerintah maupun pihak swasta baru mencapai 34 persen. Artinya masih ada 66 persen potensi  kelautan dan perikanan yang menunggu untuk dikembangkan," katanya.

Peresmian ini juga merupakan tindak lanjut kerja sama Pemkot Ambon dengan dan PT Kreasi Himono Indonesia yang ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerja sama (MoU) sewa fasilitas perikanan di lokasi PPI Eri.

"Kita berharap potensi perikanan yang ada dapat dikeola dengan optimal, berinvestasi di Ambon merupakan peluang yang sangat baik, karena kualitas perikanan terbaik dan fasilitas pendukung di Ambon lebih baik dibandingkan daerah lain di provinsi Maluku," ujar Mintje.

Pabrik pengolahan perikanan, lanjutnya juga akan menyerap tenaga kerja yang secara tidak langsung akan menekan angka pengangguran di Ambon dan semua bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Presiden Direktur PT Kreasi Himono Indonesia, Hendra menjelaskan, kota Ambon dipilih untuk investasi perikanan karena memiliki sumber daya dan fasilitas yang memadai dibandingkan kabupaten dan kota lain di Maluku.

Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan penghasilan nelayan, mendukung pemerintah agar hasil perikanan dapat diolah dengan teknologi yang modern dan menghasilkan produk unggulan.

Dia mengemukakan, kota Ambon menjadi proyek percontohan selama satu tahun dengan melakukan riset pemasaran produk perikanan bukan hanya ikan, tetapi cumi dan udang, sambil melihat animo dan potensi perikanan di Maluku.

Tahap awal akan dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia, selanjutnya dilakukan proses eskpor ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, selain itu juga tidak menutup kemungkinan ke Jepang,  karena pihaknya dibantu oleh Harada coorporation dari Jepang

"Kita akan melihat pemasokan komoditi perikanan disertai permintaan tinggi maka akan dilanjutkan, jangan sampai pasaran ada tetapi komoditi tidak ada juga percuma," tandasnya. (Penina F Mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!