Sekilas Info

Film Merah Putih Karya Ari Sihasale sudah Tayang Perdana, Konsep Film tentang Ambon sedang Disiapkan

Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen dalam jumpa pers film "Rumah Merah Putih" di Jakarta, Senin (20/5/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

satumalukuID - Film "Rumah Merah Putih" produksi Alenia Pictures yang disutrdarai artis berdarah Maluku Ari Sihasale (Ale) sudah tayang perdana di Kota Kupang Sabtu, 15 Juni 2019 lalu.

Acara premier film itu dihadiri sutradara dan produser Ale dan Nia Zulkarnaen, serta para pemeran utama "Rumah Merah Putih" di antaranya Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, dan anak-anak NTT.

Juga hadir dalam acara tersebut, Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama Wakilnya Josef Nae Soi berserta para pejabat Forkopimda dan Pemerintah Kota Kupang.

"Rumah Merah Putih" bercerita tentang perjalanan anak-anak NTT di wilayah perbatasan untuk menyambut peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dengan segala permasalahan yang mereka hadapi.

Syuting film dilakukan di Desa Silawan dan Kota Atambua, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan dengan Timor Leste.

"Rumah Merah Putih" akan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 20 Juni 2019.

Ale memang lebih fokus membuat film-film inspiratif dan memilih lokasi syuting di kawasan Indonesia Timur.

Sebelumnya, dia sudah mengungkap rencana untuk membuat film dokumenter tentang kota Ambon.

“Setelah sekian lama tidak mengunjungi kota Ambon akhirnya saya berkesempatan untuk datang dan melihat langsung kota Ambon, ke depan saya dan Nia akan membuat film dokumenter tentang kota ini, ide dan konsepnya sementara kita pikirkan,” kata Ale di Ambon, Senin (29/4) lalu.

Ia mengatakan, kunjungan ke kota Ambon merupakan salah satu upaya untuk menggali kekayaan kota Ambon yang terpendam selama ini.

“Banyak harta karun terpendam yang belum digali, karena itu kita akan memanfaatkan waktu selama di Ambon untuk menggali apa yang masih terpendam untuk digarap dalam bentuk film dokumenter,” ujarnya.

INSPIRATIF

Alenia Pictures milik Ale dan istrinya Nia, selama dikenal konsisten membuat film-film inspiratif yang menampilkan keindahan alam Indonesia dan cocok ditonton oleh anak-anak.

Sedikitnya, Ale dan Nia sudah menelurkan tujuh film bertema anak seperti Denias, Negeri Di Atas Awan (DNDAA, 2006), Liburan Seru (2008), King (2009), Tanah Air Beta (2010) hingga Serdadu Kumbang (2011), Di Timur Matahari dan Seputih Cinta Melati.

Selain ikut bermain, Ale kemudian mengawali kiprahnya sebagai sutradara di film King (2009) yang terinspirasi dari perjuangan pebulutangkis legendaris Indonesia, Liem Swie King.

Bahkan, film Denias Negeri Di Atas Awan pernah menembus ajang anugerah film paling bergengsi, Piala Oscar.

Ale mengawali karir dari dunia model yang membawanya berkiprah di bidang akting. Pria berdarah Papua-Ambon ini mulai menarik perhatian sejak tampil di serial Buana Jaka di tahun 1992.

Ale juga sempat menjadi model video klip Denada yang berjudul Sambutlah. Yang melejitkan nama Ari Sihasale adalah sinetron Ali Topan Anak Jalanan dimana ia berperan sebagai Ali Topan. (Aloysius Lewokeda/Penina F. Mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!