Sekilas Info

Jelang Sidang Hasil Pilpres di MK, Ini Kata Tim Pengacara Jokowi- Ma’ruf Amin asal Kota Ambon

Dr Fachri Bahmid,SH, MH (kiri) bersama Prof Yusril Ihza Mahendra seusai meeting persiapan Kamis (13/6).

satumalukuID - Sebanyak 33 orang pengacara dan ahli hukum di Tim Kuasa Hukum pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin siap menghadapi sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, Jumat (14/6).

Dari 33 pengacara dan tim ahli hukum kubu 01 yang diketuai Prof Dr Yusril Ihsa Mahendra itu, satu diantaranya adalah pengacara asal Kota Ambon yakni Dr Fachri Bahmid SH MH. Ia berada dalam nomor urut 23 dari dari daftar nama yang akan bersidang sesuai undangan mengikuti persidangan di MK.

Terkait dengan itu, Fachri Bahmid yang kantor pengacanya terletak di kawasan jalan A.M. Sangadji kota Ambon, kepada media ini melalui telepon selulernya Kamis (13/6) malam, mengatakan, kubunya telah siap menghadapi persidangan sengketa Pilpres tersebut.

"intinya kami Tim Kuasa Hukum Jokowi - Ma’aruf Amin telah siap 100% untuk menghadapi persidangan pendahuluan yang akan digelar pada hari Jumat," ujar Fahri Bachmid, Kamis  (13/6).

Fahri mengatakan,  bahwa seluruh dalil permohonan yang telah diajukan oleh Kuasa Hukum Pemohon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan dipatahkan secara hukum yang telah disusun dengan sistematis,matang dan terukur.

"Tentunya telah menyiapkan berbagai argumentasi yang berbasis legal konstitusional, kami telah melakukan analisis yuridis maupun faktual secara tajam dan komprehensif sepanjang menyangkut dengan “fundamentum petendi “permohonan Pemohon BPN," tuturnya.

Ia menegaskan tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin yang dipimpin oleh Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra sangat siap menghadapi berbagai agenda persidangan MK, dan telah melahirkan berbagai kongklusi hukum yang tepat dan responsif sebagai bantahan atas dalil Pemohon.

"Priinsipnya tim kuasa hukum Jokowi - Maaruf Amin telah siap untuk menghadapi semua agenda-agenda persidangan MK untuk PHPU Pilpres 2019," ungkapnya.

Ia menambahkan, dirinya merasa bangga sekaligus bersyukur sebagai pengacara dari Ambon, yang turut dilibatkan dalam tim kuasa hukum kubu 01.

'Ini suatu kebanggaan bagi saya maupun para pengacara di Kota Ambon, untuk turut berkontribusi bagi sebuah proses sengketa di tingkat nasional,'' tutur Fahri. (novi pinontoan)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!