Sekilas Info

George Toisutta, Satu-satunya Putra Maluku Berpangkat Jenderal TNI itu Telah Berpulang…

satumalukuID - Salah satu putra Maluku yang boleh dibilang sempurna dalam karir militernya, Jenderal (Purn) George Toisutta tutup usia Rabu (12/6) di RSPAD Gatot Subroto. Almarhum meninggal pada usia 66 tahun akibat sakit kanker usus dan dimakamkan di kota kelahirannya, Makassar, pada Kamis (13/6).

George Toisutta adalah satu-satunya putra Maluku yang berhasil menyandang pangkat Jenderal penuh di pundaknya. Dia juga menjadi satu-satunya putra Maluku yang pernah menjabat sebagai KSAD, jabatan tertinggi di TNI Angkatan Darat.

Kendati tidak lahir dan besar di tanah Maluku, namun Toisutta tetap bangga sebagai orang berdarah Maluku. Saat bertugas di Jakarta dan di berbagai daerah lain di Indonesia, dia memiliki hubungan yang dekat dengan masyarakat Maluku.

Karir militer Toisutta di TNI AD diawali saat dia lulus dari Akabri Tahun 1976. Selanjutnya karir militer dijalani sebagai seorang pasukan infanteri. Menjadi komandan pleton hingga komandan bataliyon maupun tugas territorial dijalani Toisutta di berbagai daerah di Indonesia.

Namanya kemudian mulai menjadi perhatian public saat lulusan Airborne (1980) ini menjadi Kasdam Jaya di Jakarta. Kemudian semakin populer setelah menjabat sebagai Pangkoops TNI di Aceh. Sikapnya yang tegas dan tidak kompromi menjadikan dia sebagai perwira militer yang disegani.

Selepas tugas dari Aceh, karirnya kian moncer sehingga dipercaya menjadi Pangdam Trikora di Papua dan Pangdam Siliwangi di Jawa Barat. Tak berselang lama, yakni pada tahun 2007, dia dipercaya sebagai Panglima Kostrad di Jakarta menggantikan Letjen TNI Erwin Sujono, salah satu ipar dari Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak banyak putra Maluku yang pernah menjabat sebagai Pangkostrad. Sejauh ini baru dua putra Maluku yang memegang jabatan komando yang cukup terhormat di TNI AD itu, yakni Toisutta dan Letjen (Purn) Leo Loupulisa pada era tahun 1970-an.

Selepas menjabat Pangkostrad, George Toisuta promosi sebagai KSAD pada 29 November 2009. Dia menggantikan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo.

Dua tahun Nyong Maluku kelahiran Makassar itu menjabat sebagai KSAD hingga 30 Juni 2011. Hingga meninggalnya Toisutta, belum pernah ada lagi putra Maluku yang pernah merengkuh jabatan paling bergengsi di TNI AD itu. Bahkan sejak Indonesia merdeka, hanya Toisutta saja satu-satunya putra Maluku yang pernah menjabat sebagai KSAD.

Di masa kepemimpinannya sebagai KSAD, salah satu putra Maluku lainnya yakni Mayjen TNI Leonardus JP Siegers dilantik Toisutta menjadi Pangdam I Bukit Barisan pada Mei 2010. Toisutta terbang ke Medan dan melantik serta memimpin serah terima Pangdam dari Mayjen Noer Muis kepada Mayjen Leonardus JP Siegers.

Saat itu, banyak orang Maluku yang hadir di acara pelantikan Mayjen Siegers, termasuk Brigjen TNI (Pur) Karel Ralahalu yang sedang menjabat sebagai Gubernur Maluku.

Mayjen Siegers sendiri seusai pelantikan sempat menyanyikan lagu “Maluku Tanah Pusaka” yang dia persembahkan kepada Jenderal George Toisutta dan Karel Ralahalu, karena keduanya asal Maluku.

Pensiun dari KSAD, Toisutta menjadi salah satu komisaris di Osso Group, konglomerasi milik Oesman Sapta Odang.

Sampai akhir hayatnya, Toisutta tidak bergabung di partai politik. Namun dia dikenal sebagai salah satu pendukung Capres Prabowo Subianto di Pilpres 2014 lalu. Prabowo sendiri sempat menjenguk Toisutta saat sakit di RSPAD Gatot Subroto.

Selamat Jalan Jenderal... (Petra Josua)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!