Sekilas Info

Usia Pernikahan di Provinsi Maluku Masuk Kategori Terbaik di Indonesia, Rata-rata Menikah di Usia 21,4 Tahun

Ilustrasi baju pernikahan adat Maluku koleksi Suli Collection Surabaya.

satumalukuID - Usia pertama pernikahan di Maluku masuk kategori terbaik di Indonesia karena  berada pada kisaran rata-rata  21,4 tahun yang merupakan usia ideal untuk menikah.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS/PK) BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku Fredy Kastanya,SE, MM mengatakan berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia bahwa usia perkawinan usia pertama itu 21,4 tahun.  Itu artinya usia perkawinan di Maluku secara kesehatan termasuk usia perkawinan yang sehat, itu adalah usia yang untuk seorang wanita/perempuan menikah.

“Untuk Maluku sendiri berbagai upaya sudah dilakukan BKKBN Provinsi dalam mencegah perkawinan usia dini, saat ini yang lagi digalakan BKKBN yaitu program generasi remaja (genre),” ujarnya.

Dikatakan, program Genre dimana program BKKBN itu memberikan pengetahuan kepada remaja, agar mereka memahami secara benar masalah-masalah kesehatan reproduksinya , usia yang tepat untuk remaja itu bisa menikah,karena secara nasional kawin di usia remaja itu sangat tinggi.

“Pemerintah lewat BKKBN berusaha menekan kelahiran usia remaja dengan menghindari kehamilan karena hamil di usia remaja itu banyak menanggung risiko misalnya bisa terjadi pendarahan karena secara fisik tubuhnya belum siap untuk mengandung atau melahirkan,” tuturnya­.

Dijelaskan, kalau usia remaja sudah hamil padahal umur seperti begitu masih membutuhkan gizi sementara janin dalam rahim remaja itu juga butuh gizi. Oleh sebab itu untuk mencegah perkawinan dini maka BKKBN lewat program Genre lagi gencar di laksanakan.

Lewat program genre diharapkan remaja-remaja dapat berhasil mengikuti pendidikan berjenjang dengan baik dan setelah selesai mereka dapat menikah di umur yang sesuai dengan pernikahan.

“Untuk diketahui pendekatan genre ini ada 2 yang pertama itu bina keluarga remaja, program ini berguna bagaimana memberikan pemahaman dan pengetahuan remaja bagi orang tua yang mempunyai anak yang masih muda agar mereka bisa memahami sifat-sifat anak remaja mereka, membangun komunikasi antara anak remaja dan orang tua, sehingga anak-anak remaja kita bisa betah tinggal di rumah karena anak anak itu sering kali ingin keluar dari rumah karena situasi rumah yang membuat mereka tidak betah.

Oleh sebab itu lewat Bina Keluarga Remaja,orang tua bisa memahami tentang anak remaja mereka,” jelasnya.

Selain itu pendekatan yang kedua yaitu pendekatan remaja dengan remaja,melalui pusat informasi konseling remaja yang sekarang di sebut PIK Remaja.PIK Remaja ini merupakan tempat berkumpul untuk bersharing karena di dalam pusat informasi remaja itu sharing itu ada yang di sebut pendidik sebaya dan konselor sebaya.

“Nah,pendidik dan konselor sebaya ini, gimana mereka memberikan pengetahuan kepada remaja sebaya,tentang kesehatan reproduksi, tentang sex pranikah,narkoba dan masalah HIV/ AIDS karena pada dasarnya remaja itu bisa shareng pada teman sebayanya daripada orang tuanya,” ujarnya.

Untuk PIK remaja dibentuk di rumah, sekolah , Perguruan Tinggi dan masyarakat dan lagi gencar digalakan mulai dari sekolah lanjutan pertama sampai perguruan tiinggi. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!