Sekilas Info

Kerjasama Kota Kembar Vlissingen dan Ambon Berlanjut, Walikota: Sudah Banyak Manfaat untuk Warga

Wali Kota Vlissingen Belanda, Bas Van den Tilaar dan Wakil Wali Kota Albert Vader melakukan kunjungan ke Kota Ambon, Maluku, dalam rangka melanjutkan kerja sama "sister city" (kota kembar) pada 15 Oktober 2018 lalu. (Humas Pemkot Ambon)

satumalukuID - Kerjasama Sister City (kota kembar) antara Ambon dengan Vlissingen Belanda selama ini telah memberikan dampak nyata bagi warga Kota Ambon. Rencananya, kerjasama yang sudah terjalin baik sejak Tahun 2006 itu akan dilanjutkan dan ditandai penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding), pekan depan di Vlissingen Belanda.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke Vlissingen Belanda pada 8 -12 Juni 2019 untuk menindaklanjuti kerja sama kota kembar.

"Kunjungan tersebut merupakan balasan kunjungan Wali Kota Vlissingen ke kota Ambon pada November 2018, sekaligus penandatangan Mou serta menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi kendala dalam hubungan kota kembar," katanya, Sabtu, (8/6).

Ia menjelaskan, banyak hal yang telah dilakukan Pemerintah Vlissingen kepada kota Ambon di sejumlah bidang seperti bidang kesehatan yakni pembangunan klinik mata Vlissingen Ambon (VA) di desa Passo, pelaksanaan operasi katarak, operasi urologi dan operasi bibir sumbing.

Bidang kebersihan dan pengelolaan sampah, serta bidang pariwisata yakni pengembangan dan promosi wisata di Belanda melalui kegiatan pasar malam.

Richard menyatakan, tindak lanjut kerja sama merupakan upaya membantu masyarakat yang tidak mampu terus dapat menikmati layanan kesehatan gratis dari tim dokter Belanda.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat peningkatan kesejahteraan masyarakat, maupun peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan pendidik di Ambon, " ujarnya.

Diakuinya, setiap tahun tim kesehatan datang untuk melakukan pelayanan operasi secara gratis bagi warga kota Ambon dan sekitarnya, tetapi yang menjadi kendala saat ini adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melarang dokter asing untuk melakukan kegiatan bakti sosial di Indonesia.

"IDI melarang dokter asing melakukan bakti sosial, sepanjang masih ada dokter Indonesia yang bisa melayani, hal ini tentu menjadi masalah dalam kerja sama Ambon-Vlissingen, " katanya.

Di sisi lain, kata Richard, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengapresiasi hubungan  Ambon - Vlissingen yang dinilai terbaik, karena banyak manfaat yang diperoleh dari hubungan kerja sama tersebut.

"Saya akan bertemu dengan Menlu dan Menkes untuk mendapat penjelasan larangan IDI tersebut, serta bagaimana kerja sama kota kembar ini ke depan khususnya di bidang kesehatan," katanya. (penina f mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!