Sekilas Info

Hanya Dilayani Satu Kapal Feri, Belasan Mobil Parkir Semalam di Hunimua sebelum Diberangkatkan ke Masohi

satumalukuID - Belasan kendaraan roda empat yang hendak berangkat dari pelabuhan penyeberangan Hunimua, Kecamatan Salahutu atau Pulau Ambon di Kabupaten Maluku Tengah tujuan Masohi Maluku Tengah dan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur terpaksa harus parkir satu malam di pelabuhan karena keterbatasan angkutan feri.

"Saya terpaksa memarkir mobil di halaman Pelabuhan Hunimua dan harus kembali ke rumah karena keterbatasan angkutan kapal feri," kata Usman, salah satu calon penumpang tujuan Kota Bula, Kabupaten SBT di Ambon, Jumat (7/6).

Usman memarkirkan mobilnya bersama belasan unit mobil lain yang akan berangkat ke Masohi dan Kota Bula menggunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dalosi.

"Kalau saya sendirian yang berangkat, tentunya akan tidur di pelabuhan tetapi karena ada isteri dan anak yang masih kecil, maka mobil dibiarkan parkir dan kembali ke Ambon, sebab KMP Dolosi akan berangkat pada Sabtu, (8/6) pukul 08:00 WIT ke Masohi," ujarnya.

Sementara petugas PT. ASDP Cabang Ambon yang bertugas di Pelabuhan Hunimua, Ahiyar Lessy menjelaskan, KMP Dalosi hanya melayani satu trip dari Pelauhan Hunimua menuju Masohi.

"Kalau kapal ini dipaksakan balik ke Pelabuhan Hunimua lalu kembali ke Masohi maka mereka akan melakukan perjalanan pada malam hari," ujarnya.

Makanya KMP Dalosi hanya berlayar satu kali pada pukul 14:00 WIT dan telah membawa belasan kendaraan roda dua dan roda empat yang sudah parkir di Pelabuhan Hunimua sejak Kamis, (6/6) kemairn.

"Untuk bisa naik ke atas KMP Dalosi, para pengemudi harus mendaftar hari ini lalu memarkirkan mobilnya di halaman pelabuhan selama semalam baru bisa berangkat besok pagi," jelas Lessy.

Kapal feri tersebut mampu mengangkut 16 unit mobil beroda empat, dua unit truk, serta satu bus besar ditambahan puluhan sepeda motor.

"Menumpuknya belasan mobil milik para calon penumpang disebabkan terputusnya jembatan Waikaka di perbatasan Kecamatan Amalatu dengan Kecamatan Elpaputih akibat hujan dan banjir," katanya.

Arus Balik Normal

Sementara itu, menurut Lessy, arus balik penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan kapal feri dari pelabuhan Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat maupun Masohi, Kabupaten Maluku Tengah menuju pelabuhan Hunimua, Kecamatan Salahutu atau Pulau Ambon masih normal.

"Jumlah penumpang yang naik dari Pelabuhan Penyeberangan Waipirit menuju Pelabuhan Hunimua masih normal dan sebaliknya dari Hunimua menuju Waipirit juga sama," ujarnya.

Lancarnya arus transportasi laut berupa kapal penyeberangan khususnya menuju Pelabuhan Waipirit sehingga tidak terjadi penumpukan calon penumpang maupun kendaraan bermotor.

Menurut dia, ada empat kapal motor penyeberangan yang melayani rute tersebut antara lain KMP Tanjung Koako, KMP Inalika, KMP Terubuk, serta KMP Rokatenda.

Karena tidak ada lonjakan penumpang dalam jumlah besar maka pelayanan empat KMP ini juga berjalan seperti biasanya dimana dalam satu hari melayani 13 trip.

"Makanya tidak ada penambahan ekstra penyeberangan terhadap keempat kapal feri dimaksud karena seluruh penumpang dan barang bisa terangkut atau terlayani secara baik," jelas Lesy.

Dari hasil pantauan di pelabuhan penyeberangan Hunimua, terlihat KMP Tanjung Koako yang baru tiba dari pelabuhan penyeberangan Waipirit dan merapat pada pukul 14:25 WIT hanya menurunkan sekitar 60-an kendaraan roda dua dan belasan kendaraan roda empat.

Sama halnya dengan KMP Rokatenda yang berangkat dari Pelabuhan Hunimua menuju Pelabuhan Waipirit pada pukul 14:33 WIT juga mengangkut penumpang dan kendaraan bermotor yang sesuai dengan kapasitasnya sehingga tidak ada penumpukan di pelabuhan. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga