Sekilas Info

BPBD Kota Ambon Mendata Titik Longsor di Kawasan IAIN, Rumah Tiga, Kelurahan Batu Meja dan Kopertis

satumalukuID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mendata sejumlah titik yang potensial bencana alam longsor akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Kepala BPBD Kota Ambon Demy Paays menyatakan, pihaknya sementara mendata titik bencana longsor yang terjadi di kawasan IAIN, Rumah Tiga, Kelurahan Batu Meja dan Kopertis.

"Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di Kota Ambon berdampak pada terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah kawasan. Kami terus melakukan pendataan dan memberikan bantuan tanggap darurat bagi warga," katanya di Ambon, Kamis (6/6).

Ia mengatakan, tingginya curah hujan berdampak pada rumah milik keluarga Walter da Costa ambles akibat tanah longsor di kawasan Rumah Tiga, kecamatan Teluk Ambon, Kamis (6/6) pukul 02.00.

"Potensi longsor telah terjadi sejak Minggu (2/6) dan puncaknya Kamis subuh ada bangunan rumah ambles dan mengakibatkan korban luka ringan anak pemilik rumah," katanya.

Demy mengakui, rumah tersebut dibangun pada lahan potongan tebing yang diratakan dan tidak dilengkapi dengan dinding pengaman dan drainase yang baik, sehingga tanah mudah bergerak.

"Kami telah mengimbau keluarga untuk tidak menempati rumah selama musim hujan, tetapi imbauan tidak diperhatikan keluarga dan dampaknya rumah tersebut ambles," ujarnya.

Pihaknya telah melakukan upaya penanganan dengan memberikan bantuan tanggap darurat kepada keluarga itu berupa kasur, selimut, perlengkapan makan serta makanan siap saji.

"Bantuan telah diserahkan langsung Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustaf Latuheru kepala keluarga korban. Selain itu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon juga telah melakukan pembersihan tanah yang menutupi jalan," katanya.

Dia menjelaskan, titik longsor juga terjadi di kawasan Kopertis RT 003/07 di belakang rumah keluarga Benny Mustamu, serta kawasan Batu Meja Rt004/04, yakni ada pohon tumbang menimpa satu unit rumah.

"Kawasan tersebut membutuhkan terpal untuk menutup bagian longsor agar tidak menyebar mengingat curah hujan sangat tinggi," ujarnya.

Demy menambahkan, seluruh personel organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan tugas sesuai bidang, seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas sosial, Dinas kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Persampahan.

Sementara itu,Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Kamis (6/6) menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan dinas-dinas terkait, apakah itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta yang punya kaitan langsung maupun tidak untuk stand by (siaga) 24 jam.

‘’Ini instruksi. Semua personil dinas terkait harus stand by 24 jam menghadapi kondisi cuaca ekstrik di kota ini. Setiap ada laporan, harus segera ditindaklanjuti,’’ tegasnya.

Diakui, memang dalam kurun waktu seminggu belakangan ini, cuaca ekstrim terus melanda Kota Ambon. Hujan dan angin terus terjadi di Ambon. Pihaknya selaku penyelenggara pemerintahan, tetap siaga mengantisipasi semua kemungkinan buruk yang menimpa masyarakat. (Penina F Mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!