Sekilas Info

Belum Ada Keluarga Korban di Ambon yang Melapor; Nakhoda KM Lintas Timur Asal Negeri Amahusu

Yakub (33), warga asal Ambon korban yang selamat saat tenggelamnya KM Lintas Timur yang bermuatan semen dengan Rute Bitung-Morowali, Selasa (4/6). Foto/SINDOnews/Jufri Tonapa

satumalukuID - Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan, belum ada pihak keluarga KM Lintas Timur yang melaporkan anggota keluarganya menjadi korban. Namun dia mengakui pihaknya memantau perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan 17 anak buah kapal kapal motor Lintas Timur yang dilakukan regu penyelamat dari Kantor SAR Palu, Sulawesi Tengah.

"Kalau melihat daftar nama ABK KM Lintas Timur, maka nama nakhodanya Martinus Matitaputty diduga berasal dari Ambon namun sejauh ini tidak ada laporan dari pihak keluarga korban ke kantor kami," ujarnya.

Sementara itu, diketahui bahwa salah satu ABK yang selamat bernama Yakub mengaku sebagai warga asal Ambon, Maluku. Pengakuannya diberikan kepada Tim SAR Palu.

Sedangkan Kapten kapal Martinus Matitaputty, dari informasi yang diperoleh satumalukuID, diketahui berasal dari Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Saudara kandung Martinus tinggal di Amahusu karena orang tuanya berasal dari negeri tersebut.

Menurut Muslimin, operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan regu penyelmat dari Kantor SAR Palu karena mereka yang paling terdekat dari area lokasi kejadian.

Kantor Basarnas Ambon tetap bersiaga penuh dan bila ada perintah mana kantor yang terdekat maka itu yang diperintahkan melakukan aksi untuk menjalankan operasi SAR.

"Kami hanya memantau karena operasi berlangsung dan area pencarian koordinatnya jauh dari wilayah Ambon namun kami tetap standby," kata Muslimin di Ambon, Rabu malam.

Muslimin membenarkan KM Lintas Timur mengalami musibah di sekitar perairan Taliabu sejak tanggal 1 Juni 2019 akibat mesin kapal diduga mengalami gangguan serta cuaca buruk di laut, dan sejauh ini baru ditemukan satu orang ABK bernama Yakub.

"Informasi yang kami terima kalau operasi pencarian dan penyelamatan hari ini masih nihil sehingga tersisa 17 ABK (termasuk nakhoda) belum diketahui nasibnya," kata Muslimin.

KM Lintas Timur merupakan sebuah kapal milik PT. CBAN berukuran panjang 80,10 meter dan GT 1.720 ton yang berlayar dari Bitung menuju Morowali dengan muatan semen namun diduga mengalami mati mesin dan karam di sekitar selat Taliabu.

Adapun daftar nama kru kapal antara lain Martinus Matitaputi (nahkoda), Rifki, Seken, Krisna, Muh Amri, Zulkifli, Lukas, Karno, Bas, Riko, Yoga, Sigil Olimam, Lukmi, Amis, Yakub (korban yg ditemukan selamat), Bahar, Jefri, serta Nur. (m-5/Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!