Sekilas Info

Pedagang Tikar di Pelabuhan Ambon Ketiban Rejeki Mudik Lebaran

satumalukuID - Pedagang tikar (pengalas tempat tidur di atas kapal penumpang) di kawasan pelabuhan Yos Sudarso Ambon panen rejeki, setelah dua kapal milik PT.Pelni berlabuh, selanjutnya menurunkan maupun menaikkan penumpang mudik, Kamis (30/5).

"Hari ini bisa dibilang saya dan teman-teman panen rejeki dari hasil menjual tikar untuk penumpang yang akan berangkat, baik  menuju Banda, Tual sampai ke Papua maupun yang akan berlayar menuju Bau-Bau, Makassar sampai ke Jakarta," kata salah seorang pedagang tikar, Lariha.

Ia mengatakan tikar dengan ukuran 1,20 meter X 1 meter yang sudah laku sebanyak 40 buah, dengan harga Rp10.000/buah, sangat menguntungkan.

Kalau dihitung-hitung, lanjutnya, keuntungan yang diraup sebesar Rp160.000, sebab tikar yang dibeli dari orang di atas kapal dalam bentuk kodi yang isinya 20 buah dengan harga Rp120.000/kodi, dengan demikian harga eceran Rp6.000/buah dan dijual Rp10.000/buah.

"Jadi kalau kapal penumpang milik PT.Pelni masuk Ambon sudah pasti ada ABK yang membawa tikar tersebut baik dari Surabaya maupun Jakarta untuk dijual ke daerah-daerah, salah satunya Ambon," katanya.

Dia menjelaskan, biasanya kalau situasi normal dan belum terjadi arus mudik seperti sekarang ini hanya mencapai 15-20 buah tikar saja, tergantung penumpang yang mau membeli, namun sekarang ini cukup banyak sebab banyak penumpang yang merebut tempat tidur di kapal.

Lariha menjelaskan, sudah tiga tahun dirinya menekuni bisnis jualan tikar, sebelumnya buruh pelabuhan.

"Saya sudah tua, tidak mampu lagi untuk memikul barang, akhirnya mengambil keputusan untuk menjual tikar. Saya asal Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, dan bekerja sebagai buruh di pelabuhan Yos Sudarso Ambon kurang lebih 20 tahun, sudah beristri dan mempunyai dua orang anak," kata pria yang bermukim di Negeri Batu merah itu. (jimmy ayal)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!