Sekilas Info

Gubernur Maluku Tetapkan Kuota Haji Tambahan Tahun 2019, Maluku Tengah Ditambah 48 Jemaah

satumalukuID - Provinsi Maluku mendapat tambahan kuota haji sebanyak 182 jemaah berdasarkan Keputusan Menteri Agama No 176 Tahun 2019 tentang Penetapan Kuota Haji Tambahan tahun 1440H/2019H. Sebelumnya, jumlah kuota haji Maluku mencapai 1.090 jemaah. 

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku melalui SK Gubernur nomor 72 tahun 2019 telah menetapkan pembagian kuota haji penambahan. Rinciannya, Kota Ambon sebanyak bertambah 30 jemaah dari sebelumnya hanya 368, Maluku Tengah (Malteng) 48 dari sebelumnya 135, Maluku Tenggara (Malra) 11 dari sebelumnya 70 orang, Kepulauan Tanimbar 1 dari sebelumnya 10 orang, Kepulauan Aru 22 dari sebelumnya 45 orang.

Serta untuk Buru 18 dari sebelumnya 100 orang, Seram Bagian Barat (SBB) 11 dari sebelumnya 100 orang, Seram Bagian Timur (SBT) 11 dari sebelumnya 100 orang, Kota Tual 25 dari sebelumnya 105, Buru Selatan (Bursel) 4 dari sebelumnya 45 orang dan Maluku Barat Daya (MBD) 1 dari sebelumnya 4 orang.

Dari data tersebut secara keseluruhan Jemaah Calon Haji (JCH) yang akan berangkat pada musim haji tahun 1440H/2019H sebanyak 1.272 orang termasuk 8 Tim Pemnadu Haji Daerah (TPHD).

Kepada awak media di Ambon, kemarin (22/5) Kabid PHU Kanwil Kemenag Maluku Hi Yamin S.Ag mengatakan, penambahan kuota haji Maluku setelah Pemerintah Indonesia mendapat kuota penambahan 10.000 dari Pemerintah Arab Saudi.

Berdasarkan ketentuan Menteri Agama (Menag) sesuai SK No 176 Tahun 2019 terdapat dua kriteria pembagian berdasarkan golongan baik jemaah haji reguler maupun
lanjut usia dan pendamping.

Khusus kriteria jamaah lanjut usia adalah berusia minimal 75 tahun pada 7 Juli 2019. Selain itu, dia harus sudah memiliki nomor porsi dan mendaftar haji sebelum 1 Januari 2017.

Sementara untuk pendamping, paling tidak harus sudah memiliki nomor porsi dan terdaftar paling tidak 21 Januari 2017.

Sama halnya dengan jemah haji reguler dialokasikan menurut nomot urut dari jamaah haji yang telah mendaftar.

Mantan Kasubag Humas Kemenag Maluku ini juga mengatakan, selain SK penetapan kouta haji penambahan, Gubernur juga telah menetapkan lampiran SK Nomor 68,2 tahun 2019 tentang penetapan 8 orang TPHH, baik yang bertugas sebagai petugas pelayanan bimbingan ibadah, pelayanan umum dan kesehatan.

Disinggung soal kapan dibuka jadwal pelunasan tahap tiga katanya masih menunggu instruksi Menag.

"Saya belum tahun pasti kapan jadwal pelayanan tahap tiga, tapi yang pasti menunggu instruksi Menag," ujarnya. (SM-1­­0)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!