Sekilas Info

Proses Penutupan Lokalisasi Tanjung Batumerah Dimulai setelah Lebaran

satumalukuID - Penutupan lokalisasi Tanjung Batumerah akan diproses setelah Lebaran atau Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Setelah lebaran kita mulai dengan sosialisasi, setelah itu baru kita ambil tindakan dengan mendengar aspirasi masyarakat dan akan dilakukan penutupan lokalisasi setelah mendapat persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Ambon dan TNI/Polri," kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. di Ambon, Selasa (21/5).

Pemkot telah membentuk tim yang terdiri dari tokoh agama, masyarakat dan aparat keamanan untuk untuk mencari solusi, karena aspirasi datang dari masyarakat dan sangat positif untuk ditindaklanjuti.

Selain menutup lokalisasi, pihaknya juga akan melakukan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan yang tidak memiiliki KTP Ambon akan kembalikan ke daerah asal.

"Sebelumnya kita data masyarakat sekitar yang terkait langsung dengan lokalisasi Tanjung Batumerah," katanya.

Dukungan tersebut datang dari MUI kota Ambon, karena penutupan menutup lokalisasi Tanjung Batumerah bukan hanya keinginan umat Muslim, namun juga seluruh umat beragama di Kota Ambon.

Sekretaris MUI kota Ambon, Abdul Manan Latuconsina menyatakan, tidak ada satu pun ajaran agama yang memberikan ruang kepada praktik prostitusi, karena bertentangan dengan nilai agama juga nilai moral. "Penutupan lokalisasi ini karena tidak sesuai dengan nilai moralitas bangsa, nilai adat dan budaya orang Maluku dan terutama nilai Islam," katanya.

MUI bersama seluruh elemen masyarakat bertekad untuk menutup lokalisasi tersebut, mengingat upaya ini sudah lama dilakukan. "Dalam waktu dekat kita segera menyurati Pemerintah Kota Ambon dan kepolisian untuk memproses penutupan lokalisasi Tanjung Batumerah," katanya. (penina f mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!