Sekilas Info

Pemuda Latu yang Ditahan Mengaku Ikut Menganiaya, Polisi Akui Kemungkinan Satu Warga Tertembak

satumalukuID - Salah satu warga Negeri Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)  berinisial KP yang diduga sebagai pelaku terduga kasus penganiayaan dan pembacokan menggunakan parang terhadap seorang warga Hualoy Saymsul Lusy hingga tewas sudah mengaku terlibat langsung dalam insiden tersebut pada Sabtu, (4/5).

"KP yang ditahan sejak Rabu, (15/5) sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dari mulutnya muncul beberapa nama terduga lainnya," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Kamis (16/5).

Kasus ini ditangani Polres Seram Bagian Barat, namun satu pelaku yang ditahan sudah diamankan di rumah tahanan negara (Rutan) Polda Maluku dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan.

Menurut Kabid Humas, penangkapan KP juga memancing aksi protes sebagian warga Negeri Latu dan berujung pada aksi pelemparan dan perusakan kantor polsek.

Selain itu, warga juga berupaya menghalangi mobil polisi yang mengangkut sejumlah pasukan Brimob dari Polres Maluku Tengah saat memasuki Negeri Latu.

"Petugas kami dicegat warga dari arah depan dan belakang mobil dan mereka diduga menggunakan senjata api serta bom rakitan, sebab pada badan mobil terlihat kerusakan akibat tertembus peluru dan serpihan bom rakitan," jelas Kabid Humas.

Sehingga sejumlah aparat Brimob dipimpin AKP Agung Pranajaya hanya bisa bertahan dan mundur sambil melepaskan tembakan perlindungan akibat diserang dari dua arah pada pukul 20:00 WIT.

"Dalam insiden ini dilaporkan ada satu warga yang tewas tertembak dan kami tidak mengelak karena anggota kita di lapangan bersenjata, tetapi ingat kalau masyarakat juga bersenjata dan membawa bom rakitan," jelas Kabid Humas.

Dia juga mengimbau warga Desa Latu yang telah mendapatkan surat panggilan polisi melalui pemerintah desa untuk koopertif dan menyerahkan diri.

"Kalau tidak maka polisi akan menggunakan cara represif dan bertindak lebih tegas terhadap mereka yang telah dipanggil karena diduga mengetahui peristiwa penganiayaan, apalagi tersangka KP juga telah menyebutkan beberapa nama calon tersangka," tegas Kabid Humas.

Kapolda dan segenap jajarannya juga memberikana jaminan kepada warga yang mau memenuhi panggilan polisi dan tidak akan ada kekerasan terhadap mereka. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!