Sekilas Info

Lomba Mewarnai dan Kolase Pahlawan Pattimura untuk Anak-anak TK se-Kota Ambon

satumalukuID - Museum Siwalima, Ambon menggelar lomba mewarnai dan kolase pahlawan Pattimura dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional dan pahlawan Pattimura tahun 2019.

Kepala Museum Siwalima Jean Saiya, di Ambon, Kamis (16/5)  menyatakan, lomba mewarnai dan kolase merupakan upaya menumbuhkembangkan daya kreativitas dan sportivitas peserta didik di tingkat taman Kanak-kanak, sebagai bagian dari tugas museum di bidang edukatif kultural.

"Upaya ini dilakukan agar anak didik lebih mengenal benda sejarah budaya yang ada di Museum Siwalima," kata dia.

Ia mengatakan, pembangunan sumber daya manusia lebih ditekankan pada pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil, cakap, berakhlak mulia, sopan, bertanggungjawab dan berbudi pekerti luhur.

Kegiatan ini juga perdana didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum tahun 2019.

"DAK non fisik BOP museum merupakan program pemerintah untuk membantu peningkatan kualitas pengelolaan museum agar memenuhi standar pelayanan teknis, juga mendukung pelaksanaan pemajuan kebudayaan daerah," ujarnya.

Jean mengatakan, lomba ini juga diharapkan dapat memupuk rasa sportivitas, menumubuhkembangkan kreativitas anak sejak dini.

"Anak harus diberi penguatan terkait karakter, bahwa dalam kegiatan lomba harus ada yang menang dan kalah, jiwa sportivitas ini yang mau ditumbuhkan dari anak sejak usia dini. Karena terkadang ketika mengikuti lomba orang tua dan guru memaksakan anak harus menang," katanya.

Peserta yang mengikuti lomba mewarnai sebanyak 112 orang dan lomba kolase 61 anak yang tersebar di 50 Taman Kanak-kanak di kota Ambon dan sekitarnya.

"Hadiah yang diberikan dalam lomba ini juga berbeda jika sebelumnya diberikan piala dan tabungan, tetapi kali ini piala untuk sekolah dan sepeda untuk siswa," kata Jean.

Dia menambahkan, berbagai lomba yang digelar lebih difokuskan untuk siswa TK, karena penyumbang terbesar PAD Museum Siwalima yakni siswa TK, guru dan orang tua.

"Pengunjung terbasar di museum adalah siswa TK, mereka bukan hanya berkunjung dengan guru dan kepsek tetapi juga orang tua dan menjadi penyumbang PAD terbesar," tandasnya. (penina f mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!