Sekilas Info

Pemuda Lorong Sinar dan Lorong SPK Kudamati Ambon Saling Lempar Batu

satumalukuID - Aksi baku lempar batu kembali terjadi antara pemuda Lorong Sinar dan pemuda Lorong SPK Kudamati Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, sekitar pukul 19:00 WIT di depan RSUD Haulussy, Minggu (12/5).

Kapolsek Nusaniwe, Iptu Peter Matahelumual menjelaskan, dari keterangan saksi Yermelina Wattimena/­Movun (59) beralamat Kudamati Lorong SPK, menjelask­an bahwa ia melihat sekitar 6 sepeda motor dari arah kota tiba-tiba mendatangi tempat kejadian.

Para pengendara enam sepeda motor itu, langsung berhenti di tempat ojek depan RSUD (lokasi pangkalan ojek pemuda SPK) dan langsung melakukan pemukulan terhadap Hendrik Wattimena alias  Handoko yang pada saat itu berada di tempat ojek.

Melihat kejadian tersebut saksi langsung berlari meminta bantuan dengan cara memukul tiang listrik yang berada di sekitar tempat ojek dari kejadian tersebut. Bunyi ting listrik yang dipukul itu membuat massa berdatangan, sehingga mengakibatkan aksi saling lempar batu antara kedua kelompok.

Ibu Yermelina juga menjelaskan bahwa tempat jalannya yang berada di depan RSUD Haulussy juga jadi sasaran amukan massa dari pemuda Lorong Sinar. Ia melihat mereka membanting, menendang dan membalik meja jualan akibatnya semua jalannya jatuh berserakan.  Dari pengakuan saksi bahwa ia sempat mengenal salah seorang yang pada saat itu melakukan pemukulan terhadap korban Hendrik Wattimena.

Aksi saling lempar batu tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan tak lama kemudian 3 tiga anggota polisi dari Pos Benteng tiba di TKP untuk membubarkan kedua kelompok yang bertikai dengan cara melepaskan tembakan gas air mata akan tetapi kedua kelompok yang bertikai tersebut tidak mau membubarkan diri.

Selang waktu 15 menit kemudian satu regu PRC Polres Ambon tiba di TKP dibantu anggota Pospol Benteng melakukan tindakan tegas terhadap kedua kelompok tersebut dengan cara melepaskan tembakan gas air mata kepada kelompok Lorong Sinar dan kelompok Lorong SPK, dengan tindakan tersebut barulah kedua kelompok bisa membubarkn diri.

Situasi akhirnya kondusif dan sudah berlangsung normal, namun aparat keaamanan masih berjaga pada lokasi.

"Korban Hendrik Wattimena mendatangi Pos Polisi Benteng untuk membuat laporan polisi serta visum," kata Kapolsek sembari menambahkan kejadian tersebut mengakibatkan korban material.
Diantaranya berupa tempat jualan milik ibu Yermelina Wattimena/­Movun, tempat jualan milik ibu Leli Serusya, tempat jualan milik ibu Yul Mancino, satu buah sepeda motor milik Shen Wattimena, dan tempat jualan milik ibu Faransina Ferdinandus. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!