Sekilas Info

Banyak Jajanan Tak Memenuhi Standar Kesehatan, BPOM Maluku Fokus Awasi Jajanan Anak Sekolah

satumalukuID - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku fokus pada Pengawasan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di 382 sekolah di provinsi Maluku.

Kepala BPOM Maluku Hariani menyatakan, PJAS merupakan aksi nasional yang dimulai sejak tahun 2011 - 2014 dan ditindaklajuti kembali di tahun 2018-2019. Tahun 2019 sebanyak 13 provinsi di Indonesia dan Maluku menjadi target pemerintah pusat untuk mengawasi 382 sekolah tingkat SD - SMA dan sederajat.

"382 sekolah di provinsi Maluku yang mendapat porsi terbanyak yakni kota Ambon sebanyak 200 sekolah dan akan dibagi secara merata untuk lima kecamatan," katanya di Ambon, Kamis.

Ia menjelaskan, PJAS merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan pangan jajanan anak sekolah yang dijual di kantin maupun di luar sekolah yang aman, bermutu, bergizi melalui partisipasi bersama pemerintah, orang tua dan pihak sekolah.

"BPOM yang bertugas melakukan pengawasan berusaha memberikan hasil yang optimal, tetapi upaya ini juga harus mendapat dukungan dari pemerintah yakni dinas pendidikan, kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya," ujarnya.

Hariani mengakui hasil penelitian BPOM terhadap PJAS, banyak yang tidak memenuhi standar khususnya higienis dan sanitasi.

"Hasil uji pangan sekolah di BPOM, masih banyak jajanan yang tercemar mikroba patogen, karena itu kita perlu memberikan perhatian khusus, terutama di kota Ambon yang paling besar jumlah sekolahnya," katanya.

Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustaf Latuheru mengatakan, pihaknya mendukung program PJAS dimana tahun 2019 kota Ambon diprioritaskan untuk 200 sekolah.

"PJAS menjadi perhatian terutama yang dijual di luar lingkungan sekolah karena hasil pemeriksaan masih banyak yang belum higienis dan sanitasinya harus diperhatikan," katanya.

Anthony menambahkan, jika terbukti hasil survei dan hasil uji lab BPOM jajanan yang mengandung bakteri dan tidak higienis, maka penjual akan diberikan sanksi hingga tidak lagi boleh berjualan.

Jika tidak dimulai dari sekarang maka kesehatan anak sekolah akan terganggu, karena itu pengawasan ini bukan hanya tugas guru tetapi juga orang tua.

"Peran orang tua juga penting untuk awasi apa yang anak makan dari rumah, dalam perjalanan ke sekolah, jangan sampai anak terkena diare baru bilang ini dampak makanan dijual di sekolah," kata Anthony. (penina f mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!