Sekilas Info

Pemilu Berjalan Damai, Kapolres Ambon Bersilaturahmi dengan Tokoh Agama Islam

Kapolres Pulau Ambon AKBP Sutrisno Hadi Santoso melakukan silaturahmi dengan Ketua MUI Maluku Dr. Abdullah Latuapo, Ketua NU Wilayah Maluku Karnussa Serang dan para Ustad serta Imam Masjid se-Kota Ambon. (8/5/2019) (ANTARA/Daniel Leonard)

satumalukuID - Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Sutrisno Hadi Santoso bersilaturahmi dengan Ketua MUI Maluku dan tokoh agama seperti ustad dan imam masjid se-Kota Ambon pasca berakhirnya Pemilu serentak 2019 yang berjalan aman dan damai.

"Polres menyampaikan terimakasih kepada tokoh agama dan MUI Maluku karena sudah bersinergi secara bersama dengan Polri dan masyarakat mewujudkan Pemilu yang berjalan aman dan damai," kata Kapolres AKBP Sutrisno Hadi Santoso di Ambon, Rabu (8/5).

Menurut Kapolres, memang ada hal-hal kecil yang tidak bisa diterima dalam proses pemilu, namun yang paling utama adalah proses demokrasinya berjalan secara aman, jujur, dan adil.

Para tokoh agama yang hadir dalam pertemuan tersebut selain Ketua MUI Provinsi Maluku Abdullah Latuapo, juga hadir Ketua Nahdlatul Ulama Wilayah Maluku Karnussa Serang, Ketua MUI Kota Ambon dan para ustad serta imam masjid.

Sementara Ketua MUI Maluku dalam kesempatan itu menyatakan, tujuan diselenggarakannya silaturahmi para tokoh agama dengan Kapolres Pulau Ambon semata-mata hanyalah untuk mempererat hubungan antarsesama umat manusia di daerah ini.

Apalagi Maluku disebut-sebut sebagai daerah terawan nomor tiga di Indonesia untuk pelaksanaan pesta demokrasi namun terbukti pada beberapa kali pemilu kepala daerah hingga pemilu serentak 2019 tetap berjalan aman dan damai.

Karena proses politik berupa pemilihan umum atau kepala daerah ini berjalan aman, damai, dan lancar tanpa ada gangguan berarti di masyarakat.

Dalam pertemuan itu, MUI Maluku juga meminta Kapolres bersama Pemerintah Kota Ambon untuk menutup lokalisasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Batumerah Tanjung, Kecamatan Sirimau.

Permintaan ini disampaikan atas dasar aspirasi Umat Islam dan para tokoh agama dan nantinya ditindaklanjuti dalam bentuk sebuah rekomendasi ke Polres dan Pemkot.

Karena tidak satu agama pun menghendaki adanya praktek prostitusi sehingga lokalisasi yang sudah puluhan tahun berdiri di kawasan itu harus ditutup. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!