Sekilas Info

Dua Warga Teluk Elpaputih Pulau Seram Luka-Luka Diterkam Buaya saat Mencari Ikan

Salah satu korban terkaman buaya Matheis Berhitu warga Sahulaw, Kecamatan Teluk Elpaputih saat menjalani perawatan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat RSU Masohi, Minggu (5/5/2019).

satumalukuID - Lagi-lagi dua warga Kecamatan teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) diterkam buaya saat mencari ikan.

Dua orang yang diterkam buaya yaitu Matheis Berhitu dari Negeri Sahulaw dan Yapi (46) dari Negeri Samasuru. Kedua korban dari keganasan buaya ini sedang mencari ikan.

Berdasarkan keterangan istri Yapi, Haba mengatakan, sebelum kejadian hari Sabtu (4/5) malam, sekitar pukul 20.00 WIT, Yapi bersama warga Negeri Samasuru lainnya sedang memanen ikan air tawar, di salah satu telaga yang biasa dimanfaatkan saat musim timur, karena warga tidak bisa melaut.

“Sebelum menangkap ikan mujair di kolam, bapak dan teman-temannya menggali parit, agar air di kolam bisa mengering,” kata Haba, di Ruangan instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Masohi, Minggu (5/5).

Disaat air di kolam surut dan korban bersama warga lain sedang asik menangkap ikan, tiba-tiba hewan buas itu menerkam Yapi. Sontak saja warga lain yang melihat kejadian itu melakukan pertolongan.

“Teman-teman yang melihat bapak digigit buaya, langsung menolong mengusir buaya dengan menggunakan kayu dan batu,” kata Haba.

Korban mengalami luka serius, patah kaki kanan akibat gigitan buaya, dan luka cakar pada tangan kanan.

Di tempat terpisah, Minggu (5/5) pagi sekitar pukul 01.00 WIT, nasib nahas juga menimpa Matheis Berhitu warga negeri Sahulaw, yang saat itu sedang beramai-ramai menimba ikan kecil, yang biasa disebut masyarakat setempat ikan nasi, di pesisir pantai negeri Sahulaw.

Matheis Berhitu yang sedang asik menimba ikan nasi, tiba-tiba diterkam oleh buaya. Menurut warga yang menolongnya buaya itu sangatlah besar, dan diperkirakan panjangnya kurang lebih mencapai empat meter.

Menurut keterangan Raja Negeri Sahulaw, Fredek Hasale yang juga merupakan orang tua angkat Matheis Berhitu, mengatakan, anak angkatnya itu diterkam buaya pada saat menimba ikan nasi, bersama warga lainnya.

Sontak saja warga yang sedang menimba ikan, melihat Matheis dalam cengkraman buaya, langsung melakukan pertolongan dengan peralatan seadanya, dan Matheis berhasil terlepas dari cengkraman buaya.

“Warga yang melihat kejadian itu langsung melempar buaya dengan batu. Pada saat itu, warga tidak membawa peralatan lain, selain alat menimba ikan nasi,” kata Hasale. Sementara hewan buas yang telah melukai warga setempat lari dan menghilang.

Sebelum dilarikan ke RSUD Masohi, Matheis sempat dirawat di puskesmas negeri Sahulaw, namun karena lukanya terlalu serius, perawat setempat merujuknya ke RSUD Masohi.

Matheis mengalami luka yang sangat serius di sekujur tubuh akibat terkaman dan cakaran hewan predator itu. Mulai dari muka sampai dengan kaki terdapat banyak jahitan, mulai dari jahitan kecil sampai dengan jahitan yang besar.

Tenaga medis yang merawat Matheis kata Hasale, dimulai dari pukul 04.00 WIT sampai baru selesai pada pukul 09.30 WIT.

Hasale berharap agar hewan buas itu segera dibunuh atau di pindahkan oleh pihak yang berwenang, agar tidak ada lagi korban serupa.

“Buaya merupakan hewan yang dilindungi, kalau warga yang bunuh, nanti kenal pasal undang-undang perlindungan satwa liar, jadi tolong segera ditindak lanjuti, kalau tidak warga sendiri yang akan bertindak, agar tidak ada lagi kejadian serupa,” harapnya. (MS-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!