Sekilas Info

Para Pemimpin Agama Apresiasi Tingkat Kematangan Masyarakat Maluku Menyikapi Jalannya Pemilu 2019

Para pemimpin dan pemuka agama di Maluku( ANTARA/Daniel Leonard. (ANTARA/Daniel Leonard.)

satumalukuID - Para tokoh agama di Maluku, baik dari kalangan Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) wilayah Maluku, Keuskupan Amboina dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku mengakui tingkat kematangan masyarakat dalam Pemilu serentak 2019 sudah sangat baik.

"Harus diakui tingkat kematangan masyarakat dalam menjalankan pesta demokrasi, sebab Pemilu 2019 yang kini dalam tahapan penghitungan KPU berjalan aman dan damai," kata Ketua PGI Wilayah Maluku, Pdt John Ruhulesin di Ambon, Sabtu (4/5).

Dia mengaku bangga karena proses yang telah berlangsung secara damai dan penuh persaudaraan. Ini memperlihatkan tentang kematangan kita berdemokrasi di Maluku.

Sambil menunggu penghitungan KPU sebagai lembaga resmi negara dalam menyelenggarakan Pemilu, Ruhulessin meminta masyarakat untuk tetap berdoa agar seluruh proses Pemilu berjalan damai.

"Kita menunggu sampai proses pleno KPU agar mengetahui secara persis,  baik Pilpres maupun Pileg. Proses-proses politik ini tentu saja kita harapkan berakhir dengan penuh damai dan suka cita," kata John.

Menurutnya, Pemilu hanya merupakan momen demokrasi. Olehnya itu, setelahnya masyarakat diharapkan bisa bersama sama membangun kedamaian dan persuadaraan di Maluku.

"Pasca Pemilu ini menurut saya kita harus tetap merajut dan membangun perdamaian dan persauadaraan," ujarnya.

Di sisi lain, John juga mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada kepolisian yang ditopang TNI dalam membantu seluruh proses Pemilu di Maluku. Kedua aparat bersenjata itu, memiliki andil dalam mengamankan proses Pemilu berjalan damai dan lancar.

"Kita berharap KPU dalam melaksanakan proses perhitungan sampai pleno tidak ada hambatan dan berdoa agar proses secara nasional pun berlangsung secara damai," ujarnya.

Setelah Pemilu, John mengaku akan mendukung orang-orang yang nantinya bersuara tentang perdamaian.

"Setelah pemilu kita berharap ada suara yang menginginkan perdamaian secara nasional. Dari tokoh agama di Maluku kami mendukung sepenuhnya," tandasnya.

Uskup Diosis Amboina,  Mgr Petrus Canisius Mandagi, juga mengaku bangga dengan pelaksanaan pemilu serentak 2019 yang berjalan dengan aman dan damai.

"Kepada masyarakat Maluku saya menyampaikan profisiat karena telah melaksanakan pemilu dengan aman dan damai. Saya bangga dengan masyarakat Maluku," kata Mandagi.

Menurutnya, dalam pesta demokrasi kemarin, masyarakat Maluku lebih mengutamakan kedamaian bukan pertikaian. Selain itu, warga memprioritaskan cinta kasih bukan sebaliknya kebencian.

"Karena itu saya himbau lagi sebagai tokoh agama, supaya sesudah pemilihan ini mari kita menjaga kedamaian di Provinsi tercinta ini. Jangan ada pertikaian, jangan ada perselisihan dan jangan ada benci," pintanya.

Dalam perhelatan demokrasi, Mandagi mengaku perbedaan merupakan hal yang wajar. Tapi perbedaan itu tidak lantas menjadikan masyarakat saling bermusuhan, tapi sebaliknya membuat hidup lebih indah dalam kedamaian.

"Memang ada perbedaan, tetapi sekarang kita harus berada didalam kedamaian," harapnya.

Sebagai warga negara yang baik, Mandagi mengimbau masyarakat untuk berpegang teguh kepada aturan Perundang-Undangan atau konstitusi. Olehnya itu, warga diminta agar tetap tenang menunggu penghitungan dan pengumuman resmi dari KPU terkait hasil Pemilu nanti.

"Marilah kita menunggu hasil dari pemilu ini khususnya hasil dari pemilihan presiden dan wakil presiden. Kita menunggu sampai ada keputusan dari KPU, lembaga yang instimewa yang telah ditentukan oleh pemerintah, oleh rakyat. Lembaga yang nanti memutuskan siapa yang menang dan siapa yang kalah," katanya.

Ia berharap, dalam keputusan resmi KPU nanti, masyarakat yang merasa menang diminta bersyukur dan boleh bergembira. Namun diingatkan untuk tidak menghina mereka yang kalah.

"Sebaliknya mereka yang kalah harus berani menerima kekalahan. Karena itulah pemilihan. Tidak ada yang menang bersama dan tidak ada yang kalah bersama," ujar Mandagi.

Dia merasa yakin, bahwa rakyat Indonesia, khususnya di Maluku, dapat menerima hasil dengan penuh suka cita, gembira, aman dan damai.

"Saya yakin se yakin yakinnya, orang Indonesia, orang Maluku bukan pertama kali melakukan Pemilu. Kita sudah sering lalui dengan kedamaian dan ketentraman," tegas Mandagi.

Imbauan MUI

Sementara Ketua MUI Provinsi Maluku Abdullah Latuapo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang menunggu hasil penghitungan dan keputusan KPU terkait Pemilu 2019.

"Kita jangan terprovokasi dengan berita hoaks, dan fitnah yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan orang Maluku," pinta Latuapo.

Menurutnya, saat ini pemberitaan miring yang beredar di media sosial hanya semata mata ingin merusak kehidupan masyarakat dalam kebersamaan, ketentraman dan kedamaian.

"Mereka ingin merusak kehidupan kita selaku orang basudara di Maluku. Mari kita menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian dan membangun Maluku yang lebih maju kedepan," ajaknya.

Latupono juga menyampaikan terima kasih yang tinggi kepada masyarakat Maluku, karena berhasil melaksanakan hajat Nasional yaitu Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Anggota Legislatif DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Saya menyampaikan terima kasih yang setinggi tingginya kepada masyarakat karena pesta demokrasi, telah berlangsung dengan aman, damai, sukses dan tidak ada halangan apa apa di Maluku," katanya. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!