Sekilas Info

Polda Maluku Buru Dua Tersangka Pelaku Kasus Kepemilikan Bahan Beracun dan Berbahaya

Ilustrasi Polisi

satumalukuID - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku masih mengejar dua tersangka pelaku kasus dugaan kepemilikan bahan beracun dan berbahaya (B3) pascapenangkapan tiga pelaku yang bertugas melakukan pengiriman 127 liter mercuri ke Makassar (Sulsel).

"Penangkapan dilakukan tanggal 9 Maret 2019 lalu, di mana ada laporan dari masyarakat tentang aktivitas pengangkutan bahan tambang berupa mercury dari Ambon dan rencananya dikirim ke Makassar," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Jumat.

Atas informasi tersebut, kemudian personel Dit Reskrimsus Polda Maluku melakukan penangkapan terhadap satu unit mobil minibus, dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan mercury seberat 127 Kg.

Sedangkan tiga pelaku yang ditahan dan sudah berstatus tersangka adalah MAY, Ny. Fitri yang berdomisili di Namlea, Kabupaten Buru, dan Ny. J alias Jun (47) beralamat di Kota Ambon.

Menurut dia, ratusan kilo gram cairan mercury ini dikemas dalam delapan botol bekas oli, di mana botol ini biasanya berisikan 1 liter oli, namun mercury yang diisi satu botol beratnya masing-masing berkisar antara 14 Kg hingga 16 Kg.

Bahan kimia berbahaya ini disimpan dalam empat buah tas kopor ukuran sedang.

Tiga pelaku ini sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dan berkasnya sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi Maluku dan telah dinyatakan lengkap (P21).

"Rencananya tanggal 6 Mei 2019 akan dilakukan pelimpahan tahap II dari penyidik kepolisian kepada Kejati Maluku," jelas Kabid Humas.

Sejak awal sudah ada yang bertanya tentang kasus ini, namun polisi belum bisa mempublikasikannya karena masih dalam taraf pengembangan dan perburuan terhadap dua calon tersangka lainnya yang sampai sekarang belum ditemukan.

Namun, karena BAP dari tiga tersangka pertama sudah dinyatakan P21 maka dipublikasikan kepada masyarakat lewat media massa tentang perkembangan penanganan kasus tersebut.

Untuk dua pelaku yang masih dalam pengejaran polisi tetap akan dicari hingga meringkus mereka.

Barang bukti yang didapatkan berupa satu unit mobil, surat kelengkapan mobil tersebut, delapan botol oli bekas ukuran satu liter berisikan 127 Kg mercury, empat unit tas kopor, uang tunai Rp3,5 juta yang akan dipakai sebagai uang pengiriman barang dari Ambon ke Namlea.

Dua pelaku yang masih buron itu statusnya sebagai pemilik barang dan beralamat di Makassar.

Barang tersebut mau dikirim ke Makassar lewat kapal laut namun tidak jadi dikirim lalu kembali dibawa pulang, namun dalam perjalanan diamankan polisi di kawasan Kebun Cengkih. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!