Sekilas Info

Bersih-bersih Masjid Jelang Puasa Jadi Tradisi di Tial, Pela Negeri Amahusu Ikut Masohi Cor Lantai 2 Masjid

satumalukuID - Acara kumpul keluarga dan bersih-bersih rumah serta pekarangan menjelang hari pertama pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah sudah menjadi tradisi masyarakat Negeri Tial, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah.

"Tradisi jelang puasa di Tial adalah bersih-bersih rumah, pekarangan, masjid, dan ziarah ke makam," kata tokoh masyarakat Desa Tial, Idrus Tatuhai di Ambon, Jumat (3/5).

Jadi biasanya tradisi jelang puasa hari pertama atau disebut 'Kepala Puasa' itu bersih-bersih rumah dan pekarangan, kunjungan silaturahmi keluarga seperti anak-anak mengunjungi orang tua.

Saat kepala puasa, anak cucu yang dekat bisa datang bersama keluarga dengan orang tua makan sahur kepala puasa secara bersama.

"Biasanya tradisi membersihkan masjid juga setiap tahun dijalankan, namun untuk kali ini Masjid Baitul Rahman Tial sedang dibangun karena kondisi bangunan yang lama sudah tidak bisa dipergunakan lagi," kata Idrus yang juga ketua panitia pembangunan Masjid Baitul Rahman Tial.

Saat dilakukan pengecoran lantai dua masjid kemarin, kata Idrus, hadir juga saudara-saudara beragama Nasrani dari Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon), untuk ikut kerja yang jumlahnya sekitar seratusan orang.

Amahusu adalah salah satu dari sekian banyak negeri yang penduduknya Nasrani dan memiliki hubungan 'Pela' (persaudaraan kampung Islam dan Kristen) dengan Tial.

Negeri lain yang punya hubungan Pela dengan Negeri Tial diantaranya Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon), Negeri Hulaliu, Kecamatan Haruku (Malteng), Sila-Leinitu, Kecamatan Nusalaut (Malteng), serta Negeri Tenga-Tenga, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon) maupun Negeri Laimu, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah yang beragama Islam.

"Warga Amahusu menyayangkan pekerjaan pengecoran lantai dua masjid bukan dilakukan pada hari libur agar orang yang datang lebih banyak lagi, tetapi kebetulan ini mengejar bulan puasa jadi harus ada sedikit istirahat," kata Idrus yang juga mantan Ketua KPU Maluku ini.

Untuk pengecoran mesjid nantinya masih ada satu lantai paling atas untuk dijadikan tempat memasang kubah Masjid Baitulrahman dan panitia berencana akan mengundang saudara pela mereka dari desa lain.

"Saat pengecoran masjid juga ada puluhan anggota TNI dari Rindam XVI/Pattiumta yang datang membantu pengecoran, termasuk ada satu keluarga di Amahusu yang datang dari Belanda," katanya.

Masjid Baitulrahman yang dibangun sejak tahun 1968 ini sudah tidak bisa digunakan sesuai hasil pemeriksaan tim ahli dari Dinas PU PR Maluku sehingga sekarang dibuat bangunan baru berukuran 21,5 x 26 meter.

"Kami akan berisitrahat untuk sementara waktu karena masih menunggu hasil sidang Isbat untuk menentukan waktu pelaksanaan ibadah puasa oleh pemerintah," ujarnya. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!