Sekilas Info

Tanah Longsor Menutup Jalan Tiga Kawasan di Kota Ambon

Foto Ilustrasi tanah longsor menutup jalan

satumalukuID - Tanah longsor menutupi badan jalan di tiga kawasan di kota Ambon akibat hujan cukup lebat yang mengguyur daerah itu, selama beberapa hari terakhir.

Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru di Ambon, Rabu (1/5), mengatakan badan jalan di tiga kawasan yang tertutup longsor itu, di Soya, kecamatan Sirimau serta Hatalai dan Hukurila, kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel).

"Tanah yang menutupi jalan penghubung di Soya dan Hatalai akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kamis (2/5), sehingga akses angkutan dapat berjalan lancar," katanya.

Setelah tanah longsor di Hukurilla, seluruh masyarakat bergotong royong menyingkirkan material yang menutup badan jalan itu sehingga ketika pagi hari, sudah bersih dari longsoran.

Pemkot Ambon mengapresiasi upaya masyarakat menyingkirkan longsoran tanah dari badan jalan di kawasan itu, tanpa menunggu petugas Dinas PUPR maupun BPBD.

"Warga merasa akses jalan tersebut harus dijaga dan dipelihara, dan itu bukan hanya tugas pemerintah tetapi masyarakat juga, karena akses jalan dilalui masyarakat setiap hari," ujarnya.

Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Dinas PUPR guna penanganan lebih lanjut dan meminta izin warga untuk melakukan pengaspalan kembali ruas jalan itu.

"Proses 'hot mix', badan gunung dipotong ke dalam, karena jika tidak dilakukan kemungkinan besar saat hujan, badan jalan tersebut akan longsor kembali, sehingga izin warga diperlukan untuk antisipasi longsoran," katanya.

Mulai Kamis (2/5), kata dia, Dinas PUPR akan melakukan perbaikan badan jalan, terutama talud yang berlubang.

Akibat longsor di badan jalan yang menghubungkan kecamatan Letisel dan pusat Kota Ambon tersebut, pengguna sepeda motor yang akan melewati ruas jalan itu, harus ekstra hati-hati karena tanah di bagian bawah aspal jalan juga telah tergerus air hujan.

Ia mengkhawatirkan terjadinya longsor susulan yang bisa memutus total akses jalan tersebut.

"Kita mengimbau masyarakat di kecamatan Letisel untuk memperhatikan jalan air, selokan, terutama warga yang tinggal di bantaran gunung agar terhindar dari bencana," kata Anthony. (penina f mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!