Sekilas Info

Kejaksaan Tinggi Maluku Eksekusi Dua Tersangka Water Front City Namlea ke Rutan Ambon

satumalukuID - Dua dari empat tersangka kasus dugaan korupsi anggaran proyek Water Front City Namlea, Kabupaten Buru masing-masing berinisial Ny. SJ alias Sri dan MR alias Ridwan ditahan jaksa setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

"Ada empat tersangka yang dipanggil hari ini dipanggil namun hanya dua orang yang datang dan telah ditahan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Triyono Haryanto di Ambon, Senin (28/4).

Penjelasan Kajati disampaikan usai kegiatan serahterima jabatan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negera dari pejabat lama Agus Sugianto Sirait kepada pejabat baru Laswan.

Menurut dia, tersangka Ny. SJ dititipkan di rumah tahanan negara perempuan dan anak yang berlokasi di Lembaga Pemasyarakatan Nania Ambon, sedangkan tersangka MR ditahan di Rutan Waiheru-Ambon.

"Kita selesaikan satu perkara yakni WFC Namela karena hitungan BPK RI Perwakilan Provinsi Maluku sudah selesai dilakukan yang nilai kerugian keuangan negaranya Rp6 miliar lebih, kemudian bertepatan dengan telah berakhirnya pesta demokrasi pemilu serentak 2019 sehingga kasus ini baru bisa dilanjutkan," jelas Kajati.

Tujuan penahanan kedua tersangka adalah untuk mencegah mereka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau pun mengulangi perbuatannya.

Sementara penasihat hukum tersangka Ny SJ, Remon Tasijawa mengatakan, kliennya diperiksa Senin sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Maluku sejak pukul 12:00 WIT.

"Ada sekitar tiga pertanyaan yang dilontarkan jaksa kepada klien kami dan tidak jauh berbeda dengan pertanyaan awal saat diperiksa beberapa waktu lalu," ujarnya.

Selain itu, kedua tersangka juga menjalani pemeriksaan oleh tim medis yang ada di klinik kesehatan Kantor Kejati Maluku sebelum dibawa ke rutan.

Menyinggung mengenai dua tersangka lainnya yakni, Sahran Umasugi adik dari bupati Buru Ramly Umasugi yang juga anggota DPRD kabupaten Buru serta Mumamad Duwila yang tidak hadir memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan. Kasipenkum Kejati Maluku Sammy Sapulette mengatakan, penyidik Kejati Maluku akan kembali melayangkan panggilan terhadap keduanya.

“Jika nantinya dipanggil dan keduanya tidak juga datang, maka Kejaksaan Tinggi Maluku akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan upaya panggil paksa maupun jemput paksa atas keduanya, ” ujar Sapulette. (MG-01/Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!